Internasional

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 165 Orang, 579 Wisatawan Hilang

Banjir bandang menyapu distrik Rasuwa dan Nuwakot di Nepal, menewaskan 165 orang dan menyisakan ratusan warga serta wisatawan asing yang masih hilang.

2 jam yang lalu · 2 mnt baca
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 165 Orang, 579 Wisatawan Hilang
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Banjir bandang menerjang distrik Rasuwa dan Nuwakot di Nepal, menyapu permukiman dan infrastruktur di sepanjang aliran Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Bencana ini menewaskan 165 orang dan menyisakan ratusan lainnya hilang hingga Kamis (27/8).

Aliran air deras yang bercampur lumpur, batu, dan material dari kawasan pegunungan menghantam kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai tersebut. Dampaknya meluas ke sejumlah distrik lain di wilayah tengah Nepal, dengan Rasuwa tercatat sebagai salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah.

Data otoritas Nepal per Kamis (27/8) mencatat sedikitnya 165 orang tewas akibat bencana ini. Selain korban jiwa, sebanyak 579 wisatawan masih belum diketahui keberadaannya, terdiri dari 113 warga Nepal dan 466 warga negara asing.

Selain wisatawan, sebanyak 85 personel keamanan turut dilaporkan hilang. Mereka berasal dari Angkatan Darat Nepal, kepolisian, dan Armed Police Force yang sebelumnya diterjunkan untuk membantu penanganan di lokasi bencana.

Korban meninggal tersebar di beberapa distrik dengan jumlah yang bervariasi. Chitwan mencatat angka kematian terbanyak dengan 64 orang, disusul Dhading dengan 27 orang, dan Nawalparasi Timur dengan 26 orang.

Distrik lain juga turut terdampak dengan jumlah korban jiwa yang lebih kecil. Gorkha mencatat 20 orang tewas, Nuwakot 12 orang, Tanahu sembilan orang, Nawalparasi Barat lima orang, dan Rasuwa dua orang.

Banjir bandang ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas vital. Jalan, jembatan kendaraan, jembatan gantung, hingga fasilitas pembangkit listrik dilaporkan rusak akibat terjangan air dan material dari pegunungan.

Kerusakan akses jalan dan jembatan ini turut menyulitkan proses evakuasi maupun distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Kondisi medan yang sulit dan komunikasi yang terputus di sejumlah lokasi menjadi hambatan tambahan bagi tim penyelamat.

Pemerintah Nepal mengerahkan aparat keamanan, tim penyelamat, dan helikopter untuk melanjutkan pencarian korban serta evakuasi warga. Bantuan juga disalurkan ke wilayah-wilayah yang terisolasi akibat akses darat yang terputus total.

Proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung di berbagai wilayah terdampak. Derasnya arus air, timbunan lumpur, kerusakan jalan, serta terputusnya jaringan komunikasi membuat sejumlah kawasan sulit dijangkau tim penyelamat.

Jumlah korban jiwa maupun korban hilang dalam bencana ini masih berpotensi berubah seiring berlanjutnya operasi pencarian. Otoritas Nepal terus memperbarui data korban dari waktu ke waktu sembari melanjutkan proses evakuasi di wilayah yang masih terisolasi.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.