Internasional

Ukraina Klaim Rusia Rekrut 8 Warga Indonesia Jadi Tentara Bayaran

Intelijen Ukraina mengklaim Rusia merekrut warga Indonesia untuk berperang, dengan iming-iming bayaran tinggi hingga kewarganegaraan Rusia.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Ukraina Klaim Rusia Rekrut 8 Warga Indonesia Jadi Tentara Bayaran
Ilustrsi peperangan Rusia dan Ukraina. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau SZRU mengklaim Rusia merekrut warga negara Indonesia untuk ikut berperang di Ukraina. Perekrutan itu dilakukan lewat iming-iming bayaran tinggi hingga kewarganegaraan Rusia.

SZRU menyebutkan, perekrutan warga asing oleh Rusia berjalan secara sistematis dan kini menyasar Indonesia. Badan intelijen tersebut menegaskan, praktik ini bukan kasus baru dalam strategi Kremlin mencari personel tambahan.

"Kremlin mencari tenaga baru di Indonesia. Rusia terus secara sistematis melibatkan warga asing dalam perang melawan Ukraina," tulis SZRU dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita UNN.

Perekrutan warga asing, menurut SZRU, tidak semata untuk menambah personel di garis depan. Rusia disebut turut memanfaatkan keberadaan tentara asing untuk kepentingan propaganda, membangun narasi bahwa apa yang mereka sebut sebagai "operasi militer khusus" mendapat dukungan dari berbagai negara.

Strategi ini disebut berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat Rusia sendiri terhadap kondisi sosial-ekonomi, perang, dan rencana mobilisasi baru. Tingkat ketidakpuasan itu disebut mencapai 69%, sementara jumlah warga Rusia yang bersedia menandatangani kontrak militer secara sukarela justru terus menurun.

"Indonesia menjadi contoh terbaru dari pola tersebut," kata SZRU.

Badan intelijen tersebut mengaku telah mengantongi dokumen terkait sedikitnya delapan WNI yang direkrut ke dalam militer Rusia. Ukraina sendiri menyebut pasukan Rusia sebagai pasukan pendudukan.

Menurut SZRU, modus perekrutan yang menyasar warga Indonesia sebelumnya sudah diterapkan di puluhan negara lain dengan pola serupa.

"Janji bayaran tinggi, pekerjaan yang tidak melibatkan pertempuran, proses memperoleh kewarganegaraan Rusia yang dipercepat, serta jaminan sosial menarik orang-orang yang sering kali bahkan tidak mengetahui ke mana mereka sebenarnya akan dikirim," demikian pernyataan tersebut.

SZRU mencatat, pola perekrutan yang sama sebelumnya digunakan untuk menjaring warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka disebut langsung dikirim ke garis depan tanpa pelatihan, sementara beberapa lainnya tewas hanya dalam beberapa pekan pertama.

Rusia sebelumnya juga disebut merekrut warga Afrika lewat iklan lowongan pekerjaan. Paspor para perekrut itu kemudian disita, dan mereka dipaksa ikut berperang.

"Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan populasi lebih dari 280 juta jiwa, kini masuk dalam daftar negara yang menjadi sumber tenaga murah bagi perang Kremlin," ungkap SZRU.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.