Periskop.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut ratusan ribu buruh tengah berhadapan dengan ancaman pemutusan hubungan kerja. Pernyataan itu ia sampaikan usai rapat bersama Satgas PHK dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Jumat (26/6/2026).

Dari sisi konfederasi yang dipimpinnya saja, Andi Gani menyebut sudah ada 55 ribu pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan. Bahkan, satu perusahaan, PT Granito, telah resmi tutup dan mem-PHK seluruh karyawannya tiga hari sebelum rapat berlangsung.

"Rapat hari ini berjalan sangat efektif, memang konfederasi KSPSI yang saya pimpin yang paling terdampak besar, 55 ribu sudah terancam di depan mata, dan sudah tutup satu perusahaan yaitu PT Granito," kata Andi Gani dalam rapat bersama Satgas PHK di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6).

Salah satu isu krusial yang dibahas dalam pertemuan itu adalah kebijakan gas industri. Andi Gani mengungkapkan, rapat memutuskan pemerintah akan segera mengumumkan sikap resmi soal itu dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, dan langkah itu diharapkan mampu menahan laju ancaman PHK.

"Rapat tadi memutuskan dan mungkin dalam waktu 1 atau 2 hari pemerintah akan segera mengumumkan mengenai gas industri, dan mudah-mudahan dapat menyelamatkan situasi yang sangat kritis," ujarnya.

Rapat tersebut juga menyoroti persoalan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB). Isu ini disebut menyimpan potensi PHK yang jauh lebih besar dari ancaman yang sudah ada saat ini, yakni menyentuh 150 ribu pekerja.

Andi Gani menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan menangani persoalan RKAB ini dengan cermat dan tidak lamban.

"Kedua, masalah RKAB yang juga menyimpan potensi sangat besar, PHK di 150 ribu pekerja, tetapi saya yakin pemerintah sangat cepat mengambil keputusan, sangat cermat," tegasnya.

Di tengah kekhawatiran yang meluas di kalangan buruh, Andi Gani meminta para pekerja untuk tidak panik. Ia memastikan pemerintah tengah berupaya menemukan solusi yang tidak merugikan satu pun pihak, baik buruh maupun pengusaha.

"Pada teman-teman buruh yang saat ini sedang menantikan hasil pertemuan ini, saya pastikan pemerintah berada di pihak buruh dan pengusaha, win-win solution. Mudah-mudahan hari Senin sudah ada keputusan mengenai gas industri dan RKAB," ucapnya.