iklan periskop
Ketenagakerjaan

Target 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru Masuk RKP 2027

Pemerintah mematok penciptaan hingga 3,49 juta lapangan kerja baru dalam RKP 2027, seiring target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5%.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
UMP 2026, Aspirasi
Sejumlah pencari kerja antre mencari informasi lowongan pekerjaan dalam bursa lowongan kerja Naker Fest Kota Semarang 2025 di Kantor BBVP Semarang, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/5/2025). Foto oleh Atara Foto/Aprillio Akbar/YU
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah menargetkan penciptaan 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto menyampaikan, target tersebut dirumuskan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang menyepakati pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8–6,5%. Porsi lapangan kerja formal ditarget mencapai 40,81%.

"Penciptaan lapangan kerja baru tahun 2027 dalam target 2,57-3,49 juta orang," ujar Wihadi dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Kamis.

Bersamaan dengan itu, kebijakan 2027 juga diarahkan untuk menekan tingkat pengangguran terbuka ke rentang 4,30–4,87%. Ini sekaligus dijadikan indikator kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Wihadi menjelaskan, kebijakan fiskal dalam APBN 2027 difokuskan pada penguatan hilirisasi dan industrialisasi nasional. Arah tersebut dinilai sebagai strategi ganda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas peluang kerja.

Terdapat delapan Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang disiapkan guna mewujudkan target pembangunan tersebut, demikian disampaikannya.

Klaster hilirisasi dan industrialisasi menjadi salah satu yang paling ditekankan. Klaster ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Klaster pendidikan turut masuk dalam prioritas, dengan fokus meningkatkan produktivitas sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Wihadi menegaskan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan industri, tetapi juga pada sinergi kebijakan lintas sektor. Karena itu, PKPN disusun dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah, potensi daerah, kebutuhan pembangunan, isu strategis, serta kesiapan tiap-tiap daerah agar implementasinya berjalan lebih efektif.

Banggar menilai arah pembangunan yang menitikberatkan pada hilirisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi fondasi penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Badan Anggaran (Banggar), lapangan kerja, dan hilirisasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.