iklan periskop
Komoditas

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 3 Pekan Akibat Krisis Hormuz

Harga minyak Brent dan WTI menyentuh level tertinggi tiga pekan akibat ketidakpastian pelayaran di Selat Hormuz dan gangguan pasokan global.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Harga Minyak Dunia Turun Usai Aktivitas Ekspor Rusia Kembali Normal
Ilustrasi Pengeboran MInyak. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak dunia menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan pada Rabu (19/8/2026). Lonjakan ini dipicu ketidakpastian jalur pengiriman lewat Selat Hormuz dan gangguan pasokan yang belum mereda.

Harga minyak Brent kontrak pengiriman Oktober 2026 naik 54 sen atau 0,59% menjadi US$91,56 per barel. Harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2026 turut menguat 59 sen atau 0,69% menjadi US$85,53 per barel.

Brent tercatat menyentuh level tertinggi sejak 30 Juli, sementara WTI berada di posisi tertinggi sejak 31 Juli. Kepala analis pasar KCM Tim Waterer menilai kepercayaan pelaku pasar terhadap keamanan jalur pelayaran masih rendah.

"Kepercayaan akan jalur pelayaran yang aman tetap rendah, dengan volume pengiriman masih jauh di bawah level normal. Ketidakpastian yang terus-menerus ini terus membuat premi risiko geopolitik tertanam dalam harga minyak," kata Tim Waterer, Rabu (19/8).

Ketegangan di kawasan Teluk turut menyulut sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump menyebutkan, Selasa lalu, tidak ada pembicaraan dengan Iran dan Selat Hormuz tetap terbuka, bertentangan dengan klaim Iran yang menyebut jalur air tersebut masih tertutup.

Kesepakatan gencatan senjata sementara antara kedua negara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran menyebutkan kepada Reuters, negaranya beralih ke postur militer yang "sepenuhnya ofensif" akibat kebuntuan diplomatik, meski belum ada laporan serangan dari kedua pihak pada Selasa.

Selat Hormuz sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sebelum perang AS-Israel terhadap Iran meletus akhir Februari. Gangguan di selat ini masih jadi perhatian utama pelaku pasar energi.

Pengiriman minyak dari pelabuhan barat Rusia tercatat turun menjadi sekitar 2,3 juta barel per hari pada paruh pertama Agustus, 15% di bawah rencana pemuatan awal. Penurunan ini terjadi akibat gangguan di pelabuhan Laut Hitam Novorossiysk.

Di sisi lain, Kabinet Irak menyetujui mekanisme baru untuk mengekspor minyak mentah lewat sejumlah perusahaan internasional dan lokal khusus, serta melalui berbagai jalur ekspor. Kontrak dengan mekanisme itu bakal berlaku tiga bulan mulai 1 September, menurut pernyataan pemerintah Irak.

Ahli strategi riset Pepperstone Ahmad Assiri menyoroti kondisi pelayaran di Hormuz yang kian tersendat. Data pada Rabu menunjukkan pelayaran melalui jalur tersebut melambat karena sebagian besar pemilik kapal memilih menghindarinya akibat ketidakpastian yang berlanjut.

"Pelayaran komersial melalui Hormuz terus menghadapi gangguan hampir total, sementara perselisihan terus berlanjut mengenai kondisi yang mengatur lalu lintas maritim," kata Ahmad Assiri.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Tim Waterer, harga minyak dunia, Selat Hormuz, West Texas Intermediate (WTI), dan Brent Crude dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.