Periskop.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) menggandeng tujuh pengembang swasta (developer), untuk pembangunan Fase 2 Timur-Barat yang menghubungkan Kembangan (Jakarta Barat) hingga Balaraja (Kabupaten Tangerang/Banten).

"Akan dilakukan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan tujuh developer," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Selasa (27/1). 

Tuhiyat mengatakan, kesepakatan ini sebagai langkah awal penjajakan dan pengkajian sebagai bentuk kontribusi para pengembang pada pembangunan di jalur tersebut.

Kemudian, pihaknya juga akan mempertimbangkan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yakni skema penyediaan infrastruktur publik melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Tujuannya, untuk mengatasi keterbatasan anggaran APBN/APBD dengan prinsip pembagian risiko.

Diharapkan kesepakatan ini mampu memberikan efisiensi bagi pemerintah, dalam membiayai Infrastruktur MRT, sehingga pembangunan dapat dipercepat.

Kontribusi Pengembang
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud menambahkan, rencana perpanjangan jalur MRT Fase 2 sampai ke Kabupaten Tangerang (Kembangan-Balaraja) ini, menggunakan kontribusi pengembang (developer contribution).

"Kemudian persiapan signing MOU MRT East-West Line Fase 2 yang di sisi Banten. Kita ingin mendorong pengembangan menggunakan 'developer contribution'. Tunggu saja tanggal mainnya nanti dari Pak Dirut (Tuhiyat), saya kira akan ada pengumuman dalam waktu dekat," tuturnya. 

Dia mengatakan, tingkat kemacetan di Jakarta tidak lepas adanya penumpang dari area penyangga seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi dan sebagainya.

Menjawab kondisi itu, proyek MRT rute Kembangan–Balaraja sepanjang 29,9 kilometer (km) merupakan bagian dari MRT East-West Line (Fase 3/Fase 2 Barat). proyek ini ditargetkan mulai dibangun sekitar 2026 sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Jalur ini menghubungkan Jakarta Barat ke Tangerang (Banten) dengan 14 stasiun (5 di Kota Tangerang dan 9 di Kabupaten) untuk mempercepat konektivitas. Rencananya jalur MRT hingga Balaraja tersebut dibangun "elevated" alias di atas permukaan jalan.