Periskop.id - Kecelakaan maut terjadi di kawasan Simpang Unisma Bekasi, Jalan Cut Mutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (29/6) pagi. Sebuah truk wing box diduga mengalami rem blong hingga menabrak belasan sepeda motor yang sedang berhenti di lampu lalu lintas. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena terjadi pada jam sibuk ketika arus kendaraan menuju pusat Kota Bekasi sedang padat. Polisi segera melakukan evakuasi korban, mengamankan lokasi kejadian, dan mengatur lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan panjang.
Kronologi Kecelakaan Unisma Bekasi
Berdasarkan informasi sementara dari kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Truk wing box melaju dari arah Jakarta menuju Terminal Bekasi melalui Jalan Cut Mutia.
Saat mendekati Simpang Unisma, truk diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Kendaraan kemudian terus melaju dan menerobos lampu merah sebelum menghantam deretan sepeda motor yang sedang berhenti menunggu lampu hijau.
Sejumlah saksi mata menyebut truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Beberapa sepeda motor bahkan terseret beberapa meter sebelum truk akhirnya berhenti di median jalan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena banyak kendaraan yang mengalami kerusakan di lokasi kejadian.
Jumlah Korban Tewas dan Luka
Data sementara yang disampaikan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota menyebut kecelakaan tersebut mengakibatkan:
- 1 orang meninggal dunia, seorang pengemudi ojek daring (ojol).
- 5 orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Di lapangan, saksi sempat memperkirakan jumlah korban luka lebih banyak. Namun hingga berita ini disusun, data resmi dari kepolisian masih menyebut satu korban meninggal dunia dan lima korban luka. Polisi menyatakan pendataan korban masih dapat berubah seiring proses identifikasi berlangsung.
Belasan Sepeda Motor Terlibat
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan kerusakan pada banyak kendaraan. Polisi memperkirakan belasan sepeda motor terdampak tabrakan tersebut.
Beberapa kendaraan mengalami kerusakan berat akibat benturan langsung dengan truk, sementara kendaraan lain rusak karena saling bertabrakan setelah berusaha menghindari laju truk yang tak terkendali.
Hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Dugaan awal mengarah pada kegagalan fungsi pengereman (rem blong) sehingga sopir kehilangan kendali atas kendaraan.
Polisi juga tengah mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa kondisi teknis kendaraan, serta meminta keterangan dari sopir truk dan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan apakah kecelakaan murni disebabkan faktor teknis atau terdapat unsur kelalaian.
Setelah proses evakuasi selesai, aparat kepolisian mengamankan sopir truk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain memeriksa kondisi pengemudi, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, termasuk sistem pengereman dan kelengkapan administrasi operasional truk. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan sekaligus menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam insiden tersebut.
Akibat kecelakaan, arus lalu lintas di sekitar Simpang Unisma Bekasi sempat mengalami kemacetan hingga ratusan meter. Petugas kepolisian memberlakukan pengalihan arus selama proses evakuasi korban dan pemindahan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Setelah seluruh kendaraan dievakuasi dan lokasi dibersihkan, arus lalu lintas kembali berangsur normal meski kepadatan masih terjadi pada beberapa ruas jalan di sekitar lokasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar