iklan periskop
Kota

MRT Timur - Barat Masuk Tahap Lelang, Tomang-Medan Satria Ditarget Operasi 2031

MRT Jakarta mulai melelang proyek Timur-Barat Tomang-Medan Satria sepanjang 24,5 km. Jalur 21 stasiun itu ditargetkan beroperasi pada 2031

1 hari yang lalu · 4 mnt baca
Gaji Belum Tembus Rp6,2 Juta? Tenang, Bisa Nikmati MRT dan Transjakarta Gratis!
MRT Jakarta. dok.Instagram/mrtjkt.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id -  PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai memasuki tahapan penting pembangunan MRT lintas Timur-Barat dengan menjalankan proses lelang sejumlah paket konstruksi rute Tomang-Medan Satria. Koridor sepanjang sekitar 24,5 kilometer tersebut akan menghubungkan Jakarta Barat hingga Kota Bekasi dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2031.

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan proses bidding berjalan bersamaan dengan kelanjutan pembangunan MRT lintas Utara-Selatan menuju kawasan Kota.

"Saat ini kita sedang membangun jalur Timur-Barat, Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan," kata Farchad dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Proses lelang proyek tersebut memang telah berlangsung sejak awal 2026 dan mencakup sekitar 12 paket pekerjaan.

Dibangun 24,5 Km dengan 21 Stasiun

MRT Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 akan membentang dari Tomang hingga Medan Satria sepanjang sekitar 24,5 kilometer. Pemprov DKI mencatat tahap ini akan memiliki 21 stasiun, terdiri atas stasiun layang dan bawah tanah. Jika Fase 1 secara keseluruhan dilanjutkan hingga Kembangan, panjang koridor menjadi sekitar 31 kilometer dengan 27 stasiun.

Pekerjaan konstruksinya dibagi menjadi sejumlah paket. Berdasarkan penjelasan Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina pada Juni 2026, sekitar 9 kilometer lintasan akan berada di bawah tanah, mulai dari Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kwitang hingga Galur. Sementara bagian layang antara lain dibangun pada segmen Tomang-Grogol serta kawasan Pakulonan menuju Cakung Barat dan Medan Satria.

"Tomang sampai dengan Grogol ini kurang lebih ada sekitar 1,9 kilometer elevated gitu ya dalam bentuk elevated," ujar Weni.

Salah satu paket konstruksi bawah tanah mencakup kawasan pusat Jakarta di sekitar Thamrin dan Kebon Sirih menuju Kwitang. Persimpangan Thamrin-Kebon Sirih nantinya memiliki posisi strategis karena menjadi titik pertemuan lintas Timur-Barat dengan lintas Utara-Selatan MRT Jakarta. Pemprov DKI sebelumnya menyebut peron lintas Timur-Barat di kawasan tersebut direncanakan berada sekitar 26 meter di bawah permukaan tanah.

Selain lintasan utama, proyek juga dilengkapi jalur sekitar 5,7-5,9 kilometer menuju depo di Rorotan, Jakarta Utara. MRT Jakarta juga menyiapkan pengadaan sekitar 24-25 rangkaian kereta untuk melayani Fase 1 Tahap 1 dengan rancangan headway sekitar lima menit.

Konstruksi Ditarget Mulai Akhir 2026

Proses tender menjadi tahapan sebelum konstruksi fisik skala besar dimulai. Weni sebelumnya menargetkan pengerjaan dapat dimulai pada akhir 2026 setelah proses pengadaan kontraktor selesai.

"InsyaAllah kita mulai di akhir tahun ini. Sekarang masih masa lelang ya, semuanya masih masa-masa lelang," kata Weni pada Juni lalu.

Proyek Timur-Barat mendapat dukungan pembiayaan internasional. Japan International Cooperation Agency (JICA) mencatat Fase 1 Tahap 1 Tomang-Medan Satria mencakup pembangunan jalur sekitar 24,5 kilometer, pengadaan 184 kereta, sistem perkeretaapian hingga pembangunan depo. Masa pelaksanaan dalam dokumen proyek JICA direncanakan berlangsung hingga 2031.

Pemprov DKI menyebut pembangunannya didukung pinjaman JICA melalui skema pembiayaan bersama Asian Development Bank (ADB). Pemerintah pusat bertindak melalui Kementerian Perhubungan sebagai executing agency, Pemprov DKI sebagai implementing agency, dan MRT Jakarta sebagai sub-implementing agency.

Karena itu, skema pendanaan proyek konstruksi Timur-Barat perlu dibedakan dari berbagai skema creative financingyang dikembangkan MRT Jakarta untuk bisnis kawasan atau pendapatan non-tiket. Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat pada Selasa menyatakan pembiayaan jalur Timur-Barat menggunakan skema pinjaman pemerintah-ke-pemerintah atau government to government.

Ditarget Angkut 284 Ribu Penumpang per Hari

Fase pertama MRT Timur-Barat ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. Untuk ruas prioritas Tomang-Medan Satria, MRT Jakarta sebelumnya memperkirakan potensi pengguna mencapai sekitar 284.000 penumpang per hari.

Pengembangan tidak akan berhenti di Medan Satria dan Tomang. Dalam rencana jangka panjang, lintas Timur-Barat dibangun sepanjang sekitar 84 kilometer dari Balaraja, Tangerang, hingga Cikarang, Bekasi dengan sekitar 48 stasiun dan tiga depo. Kajian awal MRT Jakarta memperkirakan koridor penuh tersebut berpotensi melayani sekitar 600.000 perjalanan penumpang per hari.

Pembangunannya dilakukan bertahap. Setelah Tomang-Medan Satria, Fase 1 Tahap 2 akan memperpanjang lintasan dari Tomang menuju Kembangan. Tahapan berikutnya diteruskan dari Kembangan menuju Balaraja di sisi barat serta Medan Satria menuju Cikarang di sisi timur.

Fase 2A ke Kota Sudah Sekitar 63%

Ekspansi Timur-Barat berjalan paralel dengan pembangunan MRT Fase 2A lintas Utara-Selatan dari Bundaran HI menuju Kota. Per 11 Agustus 2026, MRT Jakarta menyebut progres jalur tersebut telah mencapai sekitar 63% dan ditargetkan dapat melayani penumpang hingga Stasiun Kota pada 2029. Total investasi menuju Kota diperkirakan sekitar Rp25 triliun.

Pertumbuhan jaringan tersebut dibarengi dengan kenaikan jumlah pengguna. Tuhiyat menyebut MRT Jakarta yang pada awal operasional 2019 melayani sekitar 70.000 penumpang per hari kini telah mencapai sekitar 135.000 penumpang per hari, dengan tingkat ketepatan waktu atau on-time performance sebesar 99,9%.

Data MRT Jakarta juga menunjukkan jumlah pengguna pada hari kerja dapat lebih tinggi. Sepanjang hari kerja pada Februari 2026, rata-rata penumpang tercatat sekitar 161 ribu orang per hari.

Dengan pembangunan Utara-Selatan dan Timur-Barat yang berjalan secara paralel, jaringan MRT Jakarta secara bertahap bergerak dari satu koridor menuju sistem transportasi metropolitan yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga. Tahap Tomang-Medan Satria menjadi bagian krusial karena untuk pertama kalinya MRT Jakarta akan menembus batas administratif Jakarta hingga Kota Bekasi.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT MRT Jakarta (Perseroda), MRT Timur - Barat, dan investasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.