Kota

Pos Lantas Slipi Dirusak Massa, Lalin Jakbar Kembali Normal

Pos lalu lintas Slipi rusak diamuk massa usai demo di depan DPR, namun polisi klaim arus lalu lintas Jakarta Barat sudah kembali normal.

4 hari yang lalu · 3 mnt baca
Pos Lantas Slipi Dirusak Massa, Lalin Jakbar Kembali Normal
Ilustrasi aksi massa yang rusuh. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pos lalu lintas Slipi, Jakarta Barat, rusak akibat aksi perusakan massa dalam kericuhan di sekitar kawasan gedung DPR/MPR, Kamis (27/8) malam. Polisi memastikan arus lalu lintas di wilayah tersebut sudah kembali kondusif, Jumat (28/8).

KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo menerangkan, kerusakan terjadi pada pos lalu lintas Slipi, baik yang berada di tengah jalan maupun di sisi jalan. Sejumlah separator Transjakarta di kawasan itu turut rusak dan masih dalam proses penanganan.

"Ya seperti yang dilihat ini pos kami, pos lalu lintas Slipi, baik yang di tengah maupun yang di pinggir, dirusak massa," kata Sudarmo kepada wartawan di lokasi pos lalu lintas Slipi, Jakarta Barat, Jumat (28/8).

Sudarmo menambahkan, ruas jalan dari Slipi hingga Tomang secara umum sudah bersih dari sisa kerusuhan. Fasilitas jalan seperti separator disebutnya sudah tertangani.

"Untuk wilayah Jakarta Barat, mulai dari Slipi sampai Tomang, alhamdulillah untuk separator maupun yang lainnya sudah clear," ujar Sudarmo.

Meski demikian, polisi tetap meminta warga mewaspadai kawasan Slipi. Titik ini disebut paling terdampak dorongan massa dari arah gedung DPR/MPR saat kericuhan berlangsung.

"Kalau untuk lalu lintas di Jakbar alhamdulillah semuanya clear, sudah aman, kondusif," ujar Sudarmo.

Sudarmo mengungkapkan, perusakan pos lalu lintas Slipi bukan kejadian pertama. Peristiwa serupa pernah terjadi setahun sebelumnya.

"Ini sudah tahun yang lalu, tahun 2025, sama juga kejadiannya. Ini dirusak juga. Ini yang kedua kali," ucap Sudarmo.

Ia merinci, kerusakan kali ini terbatas pada bangunan pos beserta sejumlah fasilitas di dalamnya, seperti pendingin ruangan dan kaca.

"Kalau yang dirusak sementara bangunan saja. Kebetulan ini pos tetap, tapi untuk sarana di dalam ada AC, ada kaca dan lain sebagainya. Itu saja yang dirusak," ucap Sudarmo.

Eskalasi keamanan di Jakarta terjadi menyusul berakhirnya aksi demo 27 Agustus. Sebagian massa membuat onar dan kerusuhan, salah satunya di Pejompongan hingga sempat mengganggu operasional KRL. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi menyayangkan aksi perusakan CCTV yang turut terjadi saat kericuhan berlangsung.

"Kami sangat menyayangkan adanya perusakan beberapa CCTV, antara lain di Penjompongan, oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Marulina saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Marulina menjelaskan, fasilitas CCTV di Jakarta selama ini berfungsi membantu mencegah kriminalitas, memantau pelayanan publik, sekaligus mendukung pengaturan lalu lintas. Ia mengimbau semua pihak menjaga fasilitas publik bersama, dan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan membiarkan aksi vandalisme berlalu tanpa proses hukum.

"Setiap tindakan perusakan terhadap fasilitas publik akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," kata Marulina.

Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta tetap terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan menghormati hak setiap warga menyampaikan pendapat di ruang publik. Penyampaian aspirasi menurutnya perlu dilakukan secara tertib, aman, dan bertanggung jawab.

"Jakarta adalah rumah kita bersama. Mari jaga fasilitas publik dan saling menjaga agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan aman," kata Marulina.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.