Kapasitas BNI City Lebih Memadai Jadi Alasan Stasiun Karet Ditutup
KAI Commuter menutup sementara Stasiun Karet hingga akhir 2026, alihkan layanan ke BNI City dengan kapasitas lebih besar.

Periskop.id – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengungkapkan pertimbangan utama di balik penutupan sementara Stasiun Karet dan pengalihan seluruh pelayanan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City mulai Selasa (1/9). Langkah integrasi ini diambil demi keselamatan operasional serta daya tampung penumpang yang lebih besar.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan kapasitas ruang tunggu dan peron di Stasiun Karet sudah sangat terbatas dan tidak lagi ideal menampung volume pengguna harian dibandingkan Stasiun BNI City.
"Kapasitas per jam Stasiun Karet itu kurang lebih 150 orang. Kita bandingkan dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City yang mencapai 2.000 orang per jam. Nah, sehingga integrasi ini merupakan hal yang positif untuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang," kata Karina di Stasiun Karet, Selasa (1/9).
Karina menambahkan, penutupan operasional Stasiun Karet bersifat sementara untuk proses revitalisasi fasilitas integrasi antarmoda dengan target rampung pada akhir tahun.
"Penutupan sementara Stasiun Karet untuk kebutuhan revitalisasi maupun pembangunan fasilitas pendukung dilakukan mulai 1 September sampai dengan 31 Desember," ujarnya.
Ia menegaskan, area Stasiun Karet ke depan akan dialihfungsikan secara permanen menjadi koridor pejalan kaki modern (passenger way) yang terkoneksi langsung ke Stasiun BNI City.
"Kenapa kita melakukan integrasi? Ini bagian dari upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan baik oleh KAI maupun KAI Commuter. Termasuk juga mempertimbangkan kebutuhan keselamatan operasional perjalanan KA, sehingga peningkatan pelayanan ini kita lakukan dengan mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City," jelasnya.
"Nantinya, pada fase ultimate yang sedang dikerjakan, area Stasiun Karet akan menjadi passenger way atau area integrasi menuju Stasiun BNI City atau Sudirman Baru," lanjut Karina.
Menanggapi kelancaran alur mobilitas masyarakat, Karina menilai evaluasi hari pertama pengalihan rute berjalan cukup kondusif, meskipun pemantauan ketat tetap diberlakukan pada jam sibuk (peak hour).
"Berdasarkan evaluasi hari pertama integrasi antara Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru, ini berjalan cukup kondusif. Pengguna Commuter Line yang tetap masuk melalui akses Stasiun Karet sudah mengikuti sosialisasi yang kami sampaikan, yaitu melalui akses Jalan KH Mas Mansyur menuju Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Sampai saat ini alhamdulillah berjalan lancar. Tentunya kami akan terus memantau dan mengevaluasi khususnya pada jam puncak pagi dan sore hari," ungkap Karina.
Untuk mencegah disorientasi penumpang, KAI Commuter menyiagakan tambahan personel pengamanan di sepanjang jalur pejalan kaki Jalan KH Mas Mansyur serta mengoperasikan loket di Hall Barat Stasiun BNI City.
Karina memastikan, penataan integrasi stasiun ini tidak mengubah jadwal maupun frekuensi harian KRL yang melintas di kawasan Sudirman, yakni tetap beroperasi sebanyak kurang lebih 264 perjalanan per hari.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.