Kota

Menjajal Akses Integrasi Karet-Sudirman Baru: Butuh 6 Menit, Sebagian Trotoar Tanpa Atap

Penutupan Stasiun Karet alihkan akses ke BNI City, jalur pedestrian 350 m ditempuh 6 menit, travelator ditarget rampung 70 hari.

59 menit yang lalu · 2 mnt baca
Jalan integrasi Stasiun Karet - Stasiun Sudirman Baru BNI City
Jalan yang terintegrasi dari Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman BNI City, Selasa (1/9). Periskop.id/Rachel Farahdiba R
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Jalur pedestrian integrasi yang menghubungkan eks Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman Baru/BNI City mencatat waktu tempuh sekitar enam menit dengan ritme jalan santai. Jarak bentang trotoar antarkedua stasiun tersebut mencapai sekitar 350 meter.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada hari pertama penutupan Stasiun Karet, Selasa (1/9), sejumlah papan penunjuk arah telah terpasang di beberapa titik trotoar untuk memandu alur perjalanan pengguna KRL.

"Stasiun BNI City 150 m," demikian tertulis pada salah satu plang penunjuk informasi jarak yang terpasang di lintasan pedestrian penghubung.

Bagi pengguna Commuter Line yang hendak menuju arah Stasiun Karet atau keluar menuju permukiman sekitar, alur pejalan kaki diarahkan mengikuti papan petunjuk rute ke arah Jalan KH. Mas Mansyur.

Lintasan trotoar sepanjang 350 meter tersebut terbentang rapi dengan deretan tanaman hias serta pepohonan rindang di sisi pembatas jalan.

Kendati jalur telah tertata, fasilitas kanopi peneduh di sepanjang jalur pedestrian belum terpasang secara menyeluruh.

Fasilitas atap pelindung hanya tersedia sepanjang beberapa meter di depan pintu masuk Stasiun Sudirman Baru. Sementara itu, sisa badan trotoar menuju arah Stasiun Karet masih terbuka tanpa naungan dari terik matahari maupun hujan.

Kondisi penambahan jarak dan waktu tempuh jalan kaki ini turut disoroti oleh pengguna KRL, Sadik, yang mengeluhkan bertambahnya durasi perjalanan sekitar 10 menit untuk menyeberang dan berjalan menuju akses keluar.

"Penutupan Stasiun Karet pada dasarnya tidak apa-apa, yang penting kenyamanan pelanggan tetap diperhatikan. Dengan kata lain, pelanggan naik Commuter Line dan sudah menghitung waktunya menit demi menit. Sekarang dengan adanya perpindahan ini, ada tambahan waktu. Contohnya saya, tadi keluar di sini sekarang, mungkin perlu tambahan waktu sekitar 10 menit hanya untuk menyeberang, kemudian berjalan ke sini," tutur Sadik.

Sadik menyarankan agar pengelola stasiun membuat rekayasa jalur tambahan guna meminimalkan hambatan waktu pejalan kaki dan menghindari potensi penumpukan penumpang saat jam sibuk.

"Jadi saran saya, dibikin juga di sebelah sana jalur tambahan supaya waktunya bisa diminimalkan. Untuk pelanggan, waktu itu sangat penting. Ketika naik Commuter Line, mereka terbiasa disiplin," ungkap Sadik.

Diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Commuter resmi menghentikan operasional pelayanan naik-turun penumpang di Stasiun Karet mulai Selasa (1/9). Penghentian ini dilakukan seiring dimulainya proyek integrasi penataan kawasan dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City, sehingga pengguna KRL dialihkan melewati akses selasar penghubung.

Guna menunjang kenyamanan mobilitas pengguna, KAI menargetkan pembangunan fasilitas travelator penghubung kedua stasiun tersebut rampung dalam waktu 70 hari. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, turut mendorong percepatan proyek integrasi ini agar alur keselamatan dan kenyamanan penumpang di koridor Sudirman dapat segera beroperasi optimal.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai KAI Commuter Indonesia (KCI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.