Kota

PMI DKI Dorong Pasukan PPSU Dibekali Keterampilan Pertolongan Pertama

PMI DKI Jakarta mendorong PPSU dan petugas lapangan dibekali keterampilan pertolongan pertama agar mampu merespons kecelakaan dan kondisi darurat

16 jam yang lalu · 4 mnt baca
PMI DKI Dorong Pasukan PPSU Dibekali Keterampilan Pertolongan Pertama
Ilustrasi - PMI Kota Jakarta Timur mengadakan Orientasi Kepalangmerahan dan Sosialisasi Pertolongan Pertama bagi Petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) dari 65 Kelurahan se Kota Jakarta Timur. dok. pmijaktim.or.id
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mendorong petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta petugas lapangan lainnya di Jakarta memiliki keterampilan pertolongan pertama. Pembekalan dinilai penting karena mereka bekerja dekat dengan masyarakat dan kerap berada di lokasi saat kecelakaan maupun kondisi darurat terjadi.

Ketua Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta Beky Mardani mengatakan, keterampilan tersebut tidak hanya berguna untuk melindungi sesama petugas ketika terjadi kecelakaan kerja, tetapi juga memungkinkan mereka memberikan bantuan awal kepada warga sebelum tenaga medis tiba.

"Pelatihan kepada petugas seperti PPSU, Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR) penting agar mereka yang menjadi petugas lapangan itu mempunyai keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja," kata Beky dalam peluncuran Bulan Dana PMI 2026 di Jakarta International Equestrian Park, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

Beky mendorong pelatihan serupa dilakukan secara merata di seluruh wilayah Jakarta.

"Ini harus kita lakukan juga dan saya mendorong di semua wilayah dilakukan pelatihan ini. Jadi kalau ada masyarakat yang membutuhkan dia bisa bantu juga dan sebagainya," ujar Beky.

PPSU Dinilai Strategis karena Selalu Berada di Lapangan

Menurut PMI, pembekalan pertolongan pertama menjadi relevan mengingat Jakarta memiliki banyak pekerja lapangan yang tergabung dalam berbagai unit pelayanan publik atau dikenal sebagai Pasukan Pelangi.

"Pasukan pelangi itu kan demikian banyak di Jakarta ini dan mereka harus dibekali dengan keterampilan-keterampilan untuk memberikan pertolongan," ucap Beky.

Dorongan tersebut bukan pertama kali disampaikan PMI DKI Jakarta. Saat melantik pengurus PMI Jakarta Timur periode 2026-2031 pada Juni lalu, Beky juga mendorong penguatan pelatihan kesiapsiagaan bencana dan pertolongan pertama bagi PPSU tingkat kelurahan, agar mereka mampu membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.

PMI memandang petugas lapangan memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan lingkungan permukiman dan ruang publik. Jika dibekali kemampuan dasar pertolongan pertama, petugas dapat memberikan respons awal ketika menemui korban sebelum bantuan profesional datang.

Penguatan kapasitas relawan juga telah dilakukan pada kelompok lain. Pemerintah Kota Jakarta Timur mencatat sebanyak 6.832 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula, Madya, dan Wira dilantik pada Mei 2026 setelah sebelumnya mengikuti orientasi kepalangmerahan serta pendidikan dan pelatihan tujuh materi PMR.

Bulan Dana PMI DKI Targetkan Rp46 Miliar

Dorongan peningkatan kapasitas petugas lapangan disampaikan bertepatan dengan dimulainya Bulan Dana PMI 2026. Secara keseluruhan, PMI DKI Jakarta menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp46 miliar pada tahun ini, meningkat dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.

Bulan Dana PMI berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 September hingga 30 November 2026. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, peningkatan kapasitas relawan serta berbagai pelayanan kemanusiaan lainnya.

Untuk Jakarta Timur, target Bulan Dana PMI 2026 ditetapkan sebesar Rp15 miliar. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian 2025 yang mencapai sekitar Rp12,18 miliar. Pada tahun lalu, Jakarta Timur bahkan menjadi wilayah dengan perolehan Bulan Dana PMI tertinggi se-DKI Jakarta untuk tiga tahun berturut-turut.

Beky optimistis dukungan masyarakat dapat memperkuat pelayanan PMI di wilayah tersebut. "Dengan demikian, maka aktivitas PMI khususnya di Jakarta Timur akan lebih optimal," kata Beky.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin juga menilai dukungan pendanaan penting karena PMI menjadi salah satu mitra pemerintah dalam menangani situasi kedaruratan. "Pelayanan PMI menjadi salah satu percepatan pelayanan kedaruratan bagi Pemerintah Kota Jakarta Timur dan dalam pelaksanaannya PMI sangat membutuhkan sumber daya dan sumber dana yang tidak sedikit," kata Munjirin.

Tak Hanya Bencana dan Pelayanan Darah

Dana dan sumber daya PMI tidak hanya digunakan untuk pelayanan darah. PMI Jakarta juga menjalankan kegiatan penanggulangan bencana, pelayanan ambulans dan kesehatan, pelatihan relawan, pertolongan pertama hingga pemberian kebutuhan dasar bagi warga terdampak musibah.

Di Jakarta Timur, peran tersebut terlihat ketika PMI memberikan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Pulo Gadung pada Juli 2026. Kebakaran tersebut berdampak terhadap 11 kepala keluarga atau 28 jiwa, termasuk empat anak usia sekolah.

PMI Jakarta Timur juga siap mengirimkan dukungan kemanusiaan ke luar Jakarta apabila dibutuhkan. Munjirin mengatakan, PMI Jakarta Timur sebelumnya terlibat dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah seperti Sumatera dan Aceh.

Selain tugas utama tersebut, PMI Jakarta Timur turut menjalankan kegiatan sosial yang bersinggungan dengan program pemerintah daerah, termasuk pembangunan toilet komunal hingga dukungan terhadap penanganan stunting.

"Secara tugas bukan tugas utamanya PMI, tetapi karena memang ini menyangkut manfaat buat masyarakat dan bentuk daripada pertanggungjawaban PMI juga maka itu dilakukan," katanya.

Beky menilai semakin besar dukungan masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab PMI memastikan hasil penggalangan dana kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang nyata.

"Momentum Bulan Dana ini media untuk kita membangun rasa solidaritas sosial kita, membangun kebersamaan kita dan kepedulian kepada sesama," ucap Beky.

Dengan pembekalan pertolongan pertama kepada PPSU dan petugas lapangan, PMI berharap kemampuan memberikan respons awal tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan atau relawan khusus. Petugas yang setiap hari berada di tengah masyarakat juga diharapkan mampu menjadi penolong pertama ketika kecelakaan kerja, bencana, maupun keadaan darurat terjadi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Palang Merah Indonesia (PMI), PPSU, pasukan orange, dan tim kegawatdaruratan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.