Periskop.id - Sebanyak 3.368 warga mengungsi karena banjir akibat hujan deras yang diperparah oleh jebolnya tanggul sungai, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, Senin (2/2), mengatakan, ribuan orang warga tersebut mengungsi dalam pendampingan tim petugas gabungan ke beberapa lokasi pengungsian.
BNPB mengkonfirmasi, para pengungsi tersebut merupakan bagian dari total 11.924 orang warga yang menjadi korban banjir dan diperparah oleh jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan.
Peristiwa jebolnya tanggul tersebut sudah berlangsung selama delapan hari. Karenanya, dibutuhkan penanganan yang cepat dan terukur agar dampaknya tidak meluas.
Menurut Abdul, saat ini banjir sudah merendam 15 desa yang berada dalam wilayah administratif di tujuh kecamatan, salah satunya Kecamatan Cilamaya Wetan - Telukjambe yang dilaporkan paling terdampak.
Berdasarkan BPBD karawang, pada hari ke-15, banjir masih melanda 6.670 rumah di tujuh kecamatan, dengan 7.732 keluarga terdampak. Adapun berdasarkan pantauan tim petugas gabungan saat ini tinggi muka air di beberapa desa di Cimalaya Wetan mencapai 1,5 meter dan warga dievakuasi menggunakan perahu.
Dia memastikan, proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas bersama dengan unsur pemerintah daerah. Penanganan ini diiringin pengkajian oleh para ahli untuk mempercepat pemulihan tanggul yang jebol.
Tinggalkan Komentar
Komentar