Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah untuk melakukan penanganan cepat terhadap dampak banjir yang melanda sejumlah daerah di Pulau Jawa. Termasuk memperkuat langkah mitigasi di wilayah rawan bencana.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden Prabowo menerima laporan, saat rapat terbatas yang digelar Sabtu (17/1), mengenai banjir, tanah longsor, serta genangan air di sejumlah wilayah. Seperti di Kabupaten Pati, Kudus, dan Jakarta Utara.

"Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 919/1). 

Dalam laporan tersebut juga disampaikan adanya tanggul yang jebol di beberapa lokasi. Selain itu, kata Prasetyo, Presiden Prabowo juga meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk segera melakukan identifikasi terhadap titik-titik wilayah dan zona yang berpotensi mengalami banjir, rob, maupun genangan akibat tingginya curah hujan.

Langkah identifikasi tersebut dimaksudkan sebagai dasar bagi pemerintah, dalam menyusun langkah antisipasi dan mitigasi agar dampak kejadian serupa di masa mendatang dapat dikurangi.

"Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya," ucapnya. 

Lebih lanjut, Prasetyo juga menyampaikan, adanya kemungkinan Presiden Prabowo untuk meninjau langsung ke wilayah terdampak, seiring dengan kondisi banjir yang masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir. "Nanti kita rencanakan," ujarnya singkat.

Diketahui, sejumlah wilayah di Pulau Jawa dilanda hujan berintensitas tinggi yang mengakibatkan banjir di beberapa titik. Antara lain di Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, dan Jakarta Utara.

Jalur KA di Pantura Jawa Tengah bahkan sempat terputus sejak Minggu (19/1) menyusul banjir yang melanda wilayah Pekalongan. Banjir yang menggenangi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, membuar ratusan perjalanan kereta api dibatalkan. 

Kebutuhan Dasar
Merespon perintah presiden, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka hari ini, Senin (19/1) meninjau langsung lokasi banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, untuk mengawasi penanganan serta keselamatan warga yang terdampak.

Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Senin, menginformasikan, di lokasi itu, Wapres Gibran menyampaikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pihak terkait, agar turun langsung ke lapangan dan memberikan pendampingan kepada warga terdampak.

“Bapak, Ibu ya, ini pimpinan-pimpinan yang di sini harus turun ke lokasi semua,” kata Wapres kepada warga terdampak.

Menurut Wapres, pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan darurat hingga langkah jangka panjang. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan harus diupayakan secara optimal agar tersedia, bersamaan dengan upaya antisipatif agar banjir serupa tidak kembali terulang.

“Terkait sungai tadi, ke depan perlu ada normalisasi. Ini tentu akan kita koordinasikan,” ujarnya.

Secara khusus, Wapres menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

“Kelompok rentan ini harus diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari terpenuhi, layanan kesehatan tersedia 24 jam. Kebutuhan seperti air bersih, makanan, hingga pakaian bersih untuk anak-anak segera kita penuhi,” ujar Wapres.

Dalam keterangan itu juga disampaikan, kunjungan Wapres ke lokasi banjir merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara nyata dan bergerak cepat dalam melindungi keselamatan masyarakat. Khususnya di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.