Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 564 ribu tiket kereta api periode Angkutan Lebaran 2026 telah terjual. Tiket sebanyak itu untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).
"Update per tanggal 1 Maret 2026, tersedia sekitar 89 ribu kursi untuk periode mudik atau pralebaran tanggal 11–20 Maret 2026," kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Jakarta, Minggu (1/3).
Untuk ketersediaan kursi kereta api pralebaran dan Lebaran serta pascalebaran, yakni 11 Maret lebih dari 30 ribu kursi. Kemudian 12 Maret lebih dari 19 ribu kursi, 13 Maret lebih dari 12 ribu kursi, 14 Maret lebih dari 7 ribu kursi, 15 Maret lebih dari 8 ribu kursi.
Selanjutnya, 16 Maret lebih dari 2 ribu kursi, 17 Maret lebih dari seribu kursi, 18 Maret lebih dari 500 kursi, 19 Maret lebih dari seribu kursi dan 20 Maret lebih dari 3 ribu kursi.
Untuk periode Lebaran, yakni 21 Maret masih tersedia lebih dari 11 ribu kursi dan 22 Maret lebih dari 16 ribu kursi. Adapun periode pascalebaran (23 Maret-1 April 2026) total tersedia 376 ribu kursi. "Data bersifat dinamis," serunya.
Untu diketahui, PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan total 86 perjalanan KA jarak jauh per hari, terdiri dari 68 KA reguler, 12 KA tambahan dari Stasiun Gambir dan 6 KA tambahan dari Stasiun Pasar Senen.
Menurut data, beberapa kereta favorit keberangkatan Stasiun Gambir antara lain KA 6 Argo Semeru, KA 8 Bima, KA 118 Gunungjati, KA 7006 Batavia, KA 124 Cakrabuana dan KA 32 Pandalungan. Sementara dari Stasiun Pasar Senen, yakni KA 282 Bengawan, KA 272 Airlangga, KA 284&288 Serayu, KA 254 Kertajaya, KA 252 Jayakarta dan KA 258 Progo.
Khusus wilayah KAI Daop 1 Jakarta, total kursi KA Ekonomi Komersial jarak jauh (14–29 Maret) 329 ribu kursi. Total terjual/dipesan 237 ribu kursi. Sedangkan untuk KA Lokal Ekonomi Komersial Pangrango pada periode yang sama tersedia 46 ribu kursi. "Total terjual/dipesan 22 ribu kursi," kata dia.
Adapun tujuan favorit masyarakat untuk mudik meliputi Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Jember dan Purwokerto. Franoto mengingatkan, adanya stimulus ekonomi dari pemerintah berupa diskon 30% untuk KA Ekonomi Komersial yang berlaku pada 14-29 Maret 2026 dengan total 1,2 juta tiket diskon.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu dan terjangkau selama masa Lebaran.
KA Ekonomi Kerakyatan
Sekadar informasi, KAI juga memperkuat angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan ,guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik masyarakat selama momentum tersebut.Franoto Wibowo mengatakan, pengoperasian sarana itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran," kata Franoto.
KAI mulai membuka penjualan Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI dan platform penjualan resmi lainnya.
"Kapasitas bertambah, kenyamanan meningkat, dan tarif terjangkau. Ini bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara daya angkut dan kualitas perjalanan saat permintaan Lebaran meningkat,” ujar Franoto.
Dia menuturkan Kereta Ekonomi Kerakyatan dirangkaikan pada KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan, dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat sarana kereta ekonomi kerakyatan.
Total kapasitas kereta eksekutif sebanyak 250 tempat duduk dan ekonomi kerakyatan sebanyak 372 tempat duduk. Adapun rangkaian tersebut beroperasi pada KA 7039 Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen, berangkat 06.00 WIB tiba 13.56 WIB; lalu KA 7040 Tambahan Pasarsenen–Lempuyangan, berangkat 15.25 WIB tiba 22.57 WIB.
Lebih lanjut dia mengatakan, sarana itu merupakan hasil modifikasi kereta ekonomi AC package generasi sebelumnya yang dikerjakan Insan Balai Yasa Manggarai. Penyesuaian difokuskan pada interior serta konfigurasi kursi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan jarak jauh.
Setiap unit memiliki 93 tempat duduk dengan formasi 3:2 yang lebih ergonomis dan lebih lapang dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi. Fitur reversible memungkinkan arah kursi disesuaikan dengan laju kereta api sehingga meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Dari sisi tarif, posisinya berada di atas harga Public Service Obligation (PSO) dan di bawah Ekonomi Reguler. Skema itu memberikan alternatif bagi masyarakat yang menginginkan harga tetap terjangkau, dengan fasilitas yang lebih baik dibandingkan kelas ekonomi bersubsidi.
Franoto menambahkan optimalisasi sarana yang telah dimiliki menjadi bagian dari inovasi layanan, untuk meningkatkan kapasitas dalam waktu singkat.
“Lebaran menuntut kesiapan menyeluruh. Melalui inovasi pada sarana yang ada, kapasitas bertambah dan kualitas perjalanan meningkat. Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan jadwal serta kelas sesuai kebutuhan,” jelas Franoto.
Melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI memperluas akses transportasi publik berbasis rel, mendukung kelancaran arus mudik, serta menjaga keterjangkauan bagi berbagai segmen pelanggan selama layanan Lebaran 2026
Tinggalkan Komentar
Komentar