Periskop.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan agar program bantuan pangan berupa telur ayam dan daging ayam karkas kembali digulirkan. Langkah ini ditempuh untuk menyerap produksi peternak sekaligus menopang harga unggas di tingkat produsen yang saat ini sedang tertekan.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy memaparkan, pemerintah tengah mengintegrasikan penyerapan hasil peternak melalui sejumlah program, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga pengguliran kembali bantuan pangan telur dan daging ayam yang pernah berjalan pada 2023 dan 2024.

"Saat ini bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam," tutur Sarwo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).

Usulan program tersebut telah masuk ke perencanaan anggaran tahun depan. Namun, jika Komisi IV DPR menyetujui revisi anggaran, pelaksanaannya berpotensi dipercepat ke tahun ini juga.

"Tahun 2027 sudah kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini," ujar Sarwo.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menambahkan, pengalaman program serupa sebelumnya terbukti cukup efektif menahan tekanan harga di tingkat peternak.

"Dulu dengan bantuan pangan stunting, dengan 1,4 juta keluarga penerima atau sekitar 14.000 ton per bulan, itu sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak," ucap Maino.

Program terdahulu itu menyalurkan 1 kilogram daging ayam dan 10 butir telur kepada 1,4 juta keluarga selama tiga bulan, dengan melibatkan 8.778 peternak rakyat, terdiri atas 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.

Selain mendorong bantuan pangan, Maino menyebut GPM yang digelar rutin di berbagai daerah juga akan dioptimalkan untuk menyerap produksi unggas. Bapanas turut mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG agar membeli produk unggas langsung dari peternak dengan harga mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP).

Skema pembelian langsung itu diharapkan bisa diterapkan secara nasional setelah MBG kembali berjalan usai libur sekolah pada pertengahan Juli. Bapanas telah mengajukan tambahan anggaran Rp17,8 triliun untuk 2027, yang telah mendapat dukungan Komisi IV DPR, dengan alokasi sekitar 5,78 ribu ton daging ayam dan 8,67 ribu ton telur ayam untuk program bantuan pangan dengan sasaran 1,45 juta penerima manfaat.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) Kusnan menyambut baik rencana integrasi tersebut. Ia menegaskan, kondisi peternak rakyat saat ini membutuhkan intervensi nyata agar bisa bertahan di tengah harga yang terus tertekan.

"Kondisi saat ini yang perlu diselamatkan adalah peternak yang kondisinya sedang tertekan dan untuk berlanjut agak berat. Harapannya ini harus terintegrasi oleh program pemerintah yang saat ini sedang direncanakan," pungkas Kusnan.