periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/6).
Pertemuan ini dilakukan guna membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkini di seluruh wilayah Tanah Air.
“Kapolri melaporkan perkembangan terkini mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Laporan tersebut mencakup kondisi kamtibmas nasional serta berbagai langkah yang terus dilakukan Polri untuk menjaga stabilitas dan mendukung kelancaran agenda pembangunan nasional,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya.
Langkah proaktif Kepolisian Republik Indonesia ini dinilai krusial dalam mengawal roda pemerintahan.
Teddy menjelaskan, institusi kepolisian berkomitmen penuh untuk mengamankan seluruh program prioritas negara yang sedang berjalan.
Selain membahas situasi kamtibmas, institusi penegak hukum tersebut dilaporkan tengah bersiap menyambut momentum penting.
Jenderal Listyo Sigit turut memaparkan agenda kesiapan jajaran kepolisian menjelang peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026.
“Kapolri juga menyampaikan kesiapan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sebentar lagi akan menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026,” ungkap Teddy.
Rangkaian acara tersebut disebut bukan sekadar perayaan seremonial tahunan institusi semata.
Teddy memaparkan bahwa Korps Bhayangkara telah merancang berbagai program aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah.
Polri dilaporkan telah menyiapkan penyelenggaraan sejumlah kegiatan bakti sosial serta agenda kemasyarakatan secara menyeluruh di berbagai pelosok Indonesia.
Menurut Teddy, aksi sosial ini menjadi strategi taktis untuk merangkul seluruh elemen publik.
Pertemuan formal antar-pimpinan lembaga negara ini berlangsung secara khidmat di Istana Merdeka pada Kamis, 25 Juni 2026.
Momentum ini sekaligus menjadi wadah koordinasi langsung untuk memastikan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan kepolisian.
Melalui agenda kemasyarakatan tersebut, hubungan emosional antara aparat penegak hukum dan warga diharapkan dapat semakin solid.
Langkah humanis ini dipandang efektif untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Berbagai kegiatan bakti sosial dan kemasyarakatan di seluruh Indonesia telah dipersiapkan untuk memperingati momentum pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, sekaligus memperkuat kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat,” pungkas Teddy.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar