iklan periskop
Nasional

BGN Ingatkan Siswa Tak Bawa Pulang MBG, Ada Risiko Keracunan

BGN mengingatkan siswa agar tidak membawa pulang makanan MBG karena berisiko mengalami perubahan kualitas dan dapat memicu keracunan.

15 jam yang lalu · 2 mnt baca
Siswa sedang menikmati menu MBG
Siswa sedang menikmati menu makan bergizi gratis (MBG). Foto oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan siswa agar tidak membawa pulang makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan sejumlah kasus keracunan yang juga dialami orang tua siswa usai mengonsumsi makanan MBG di rumah.

Ia meminta agar makanan dikonsumsi sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan serta tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah.

Sudaryono menyampaikan bahwa makanan MBG yang dibawa pulang berpotensi mengalami perubahan kualitas karena kondisi penyimpanan setelah makanan keluar dari pengawasan penyelenggara program.

“Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Sudaryono menjelaskan, kondisi makanan setelah dibawa pulang tidak dapat sepenuhnya dipastikan, termasuk terkait bagaimana makanan tersebut disimpan hingga akhirnya dikonsumsi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko apabila makanan sudah mengalami kerusakan.

“Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, terdapat orang tua siswa yang turut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah.

“Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai ketentuan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan pangan sejak makanan diterima hingga dikonsumsi.

BGN menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga oleh terjaminnya keamanan makanan yang dikonsumsi.

“Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,” tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya akan terus memperkuat pelayanan, pengawasan, pemantauan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara aman bagi masyarakat.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sudaryono, Badan Gizi Nasional (BGN), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Keracunan MBG dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.