WNI Tewas Diserang Houthi, DPR Minta Travel Warning ke Yaman
Satu WNI tewas dan sejumlah awak kapal luka dalam serangan Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah di Yaman. DPR mendesak pemerintah keluarkan travel warning.

Periskop.id - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Iman Sukri mendesak pemerintah segera menerbitkan peringatan perjalanan atau travel warning ke kawasan konflik Timur Tengah. Desakan ini muncul setelah satu WNI tewas dalam serangan kelompok milisi Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah di Selat Bab el-Mandeb, Yaman.
Insiden yang terjadi pada Selasa (11/8) itu juga melukai sejumlah awak kapal lainnya. Iman menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan meminta pemerintah bertindak cepat merespons situasi keamanan yang dinilainya semakin berisiko di kawasan tersebut.
"Kami berduka cita atas meninggalnya satu WNI akibat serangan terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Kami meminta pemerintah segera mengeluarkan travel warning ke Yaman dan wilayah konflik lain di Timur Tengah bagi WNI mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut semakin berisiko," ujar Iman melalui keterangannya, Rabu (12/8).
Eskalasi konflik bersenjata di jalur perairan Timur Tengah, termasuk Selat Bab el-Mandeb hingga Selat Hormuz, dinilai Iman kian membahayakan nyawa pelaut sipil. Ia menyebut ketegangan geopolitik di kawasan itu membuat risiko bagi warga negara Indonesia terus meningkat.
Menurutnya, penerbitan travel warning merupakan langkah preventif mutlak yang harus diambil negara demi menjamin keselamatan warganya yang beraktivitas di wilayah rawan konflik tersebut.
"Serangan terhadap kapal sipil menunjukkan risiko nyata bagi WNI, baik yang bekerja sebagai awak kapal maupun yang melakukan perjalanan ke kawasan tersebut. Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas mutlak," ujarnya.
Selain meminta penerbitan peringatan bepergian, Iman juga mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bergerak cepat memberikan perlindungan penuh kepada korban.
Perlindungan itu mencakup pendampingan medis bagi korban luka hingga fasilitasi pemulangan jenazah korban tewas ke Tanah Air. Ia menegaskan proses tersebut harus berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berlarut-larut.
Politikus PKB itu turut meminta pemerintah mengawal pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan dan asuransi para pelaut WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, hak-hak korban tidak boleh terabaikan di tengah proses evakuasi dan pemulihan.
Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah menambah daftar insiden yang mengancam keselamatan pelayaran komersial di jalur Selat Bab el-Mandeb. Kawasan itu telah lama menjadi titik rawan akibat aktivitas milisi Houthi yang kerap menyasar kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut.
"Kami meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi, baik perawatan bagi WNI yang terluka, pendampingan bagi yang selamat, maupun proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Negara harus hadir dan memastikan hak-hak WNI yang menjadi korban terpenuhi," pungkas Iman.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Iman Sukri, Komisi I DPR RI, dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.