iklan periskop
Nasional

Bulog Catat Serapan Beras 3,4 Juta Ton hingga Agustus 2026

Perum Bulog masih mengejar sisa penyerapan sekitar 600 ribu ton beras dari petani untuk menuntaskan target 4 juta ton tahun ini.

18 jam yang lalu · 2 mnt baca
beras, Bulog, Beras Bulog, Kompleks Kanwil Bulog
Petugas memeriksa stok beras di gudang penyimpanan Kompleks Kanwil Bulog Jakarta-Banten, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Perum Bulog mencatat serapan beras dari masyarakat menembus 3,4 juta ton hingga Agustus 2026. Angka ini setara 80% dari target penyerapan tahunan yang dipatok sebesar 4 juta ton.

Direktur Keuangan Perum Bulog Hendra Susanto menjelaskan, capaian tersebut akan terus digenjot demi memenuhi target penyerapan pemerintah pada 2026. Ia menyebutkan, penyerapan beras dari masyarakat dilakukan untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah.

Langkah tersebut sekaligus dijalankan untuk memastikan hasil produksi petani dapat terserap secara maksimal, menurut Hendra.

"Stok beras kita seperti yang saya sampaikan tadi itu 5,4 juta ton. Kita target di tahun ini itu sekitar 4 juta ton kita serap dari masyarakat dan sudah tercapai sekitar 80 persen ini atau sekitar 3,4 juta ton. Tinggal sedikit lagi," kata Hendra di Cimahi, Jawa Barat, Kamis.

Dengan capaian sekitar 3,4 juta ton itu, Bulog masih memiliki ruang penyerapan sekitar 600 ribu ton beras. Sisa penyerapan tersebut dibutuhkan agar target 4 juta ton pada tahun ini bisa tercapai.

Hendra menyebutkan, stok beras pemerintah saat ini berada di angka sekitar 5,4 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga pasokan pangan nasional.

Ketersediaan stok itu, menurutnya, juga penting untuk menghadapi kondisi musim kemarau yang berpotensi mengganggu produksi beras dalam negeri.

Kondisi stok yang aman itu turut membuka ruang bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat dalam jumlah besar.

Hal tersebut disampaikan Hendra sebagai bagian dari strategi pemanfaatan cadangan beras pemerintah saat ini.

"Ini enggak masalah. Aman, stok beras kita aman, banyak betul," ujar Hendra.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Perum Bulog, Pemerintah Indonesia, dan beras dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.