iklan periskop
Nasional

Hampir Pailit, Garuda Indonesia Kini Reaktivasi 140 Pesawat

Presiden Prabowo Subianto ungkap Garuda Indonesia berhasil reaktivasi 140 pesawat yang sempat grounded, dengan proyeksi kembali untung awal 2027.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Pesawat dari Maskapai Garuda Indonesia mengisi avtur di Bandara Adi Soemarmo, Surakarta
Ilustrasi- Pesawat dari Maskapai Garuda Indonesia mengisi avtur di Bandara Adi Soemarmo, Surakarta, Jumat (27/6/2025). Periskop.id/ Faisal Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap keberhasilan Garuda Indonesia mereaktivasi puluhan pesawat yang sebelumnya tidak dapat beroperasi. Pengungkapan ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026.

Prabowo mengingatkan kondisi Garuda Indonesia yang sempat berada di ambang kepailitan. Ia menyebut sejumlah besar armada maskapai tersebut sempat tidak dapat diterbangkan akibat kerusakan yang tidak kunjung diperbaiki.

"Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan. Yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded, tidak bisa mereka perbaiki," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menyampaikan perkembangan terbaru soal upaya perbaikan armada tersebut. Prabowo merinci jumlah pesawat yang berhasil kembali beroperasi hingga pertengahan tahun ini.

"Kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Per bulan Juni 2026 total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat," ujar Prabowo.

Ia menyebut perkembangan ini sebagai titik balik positif bagi maskapai pelat merah tersebut. Prabowo menegaskan Garuda Indonesia yang selama bertahun-tahun merugi kini mulai menunjukkan prospek pemulihan.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," tegas Prabowo.

Ia mengungkap bahwa proyeksi keuntungan Garuda sempat lebih cepat tercapai, namun tertunda akibat faktor eksternal yang tidak terduga. Prabowo mengaitkan penundaan tersebut dengan situasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," papar Prabowo.

Perkembangan Garuda Indonesia ini disampaikan Prabowo dalam rangkaian pemaparan soal pembenahan BUMN secara besar-besaran. Ia menempatkan capaian reaktivasi pesawat sebagai salah satu bukti konkret dari upaya restrukturisasi tersebut.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus. Prabowo menegaskan pembenahan BUMN termasuk Garuda Indonesia akan terus berlanjut ke depan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.