iklan periskop
Nasional

Prabowo: Tidak Ada Investasi Lebih Berharga dari Masa Depan Anak

Presiden Prabowo Subianto undang Rizky dan Citra, dua siswa Sekolah Rakyat dengan kisah perjuangan mengharukan, ke Sidang Tahunan MPR RI 2026.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Prabowo: Tidak Ada Investasi Lebih Berharga dari Masa Depan Anak
Siswa program Sekolah Rakyat, Muhammad Rizky Pratama dan Citra Nur Ramadhani, untuk hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengundang dua siswa program Sekolah Rakyat, Muhammad Rizky Pratama dan Citra Nur Ramadhani, untuk hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026. Kehadiran keduanya disampaikan sebagai bukti nyata dampak program tersebut bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Prabowo menceritakan perjalanan hidup Rizky sebelum mengikuti program Sekolah Rakyat. Ia menggambarkan perjuangan berat yang dijalani Rizky di usia yang masih sangat muda.
"Satu siswanya adalah Muhammad Rizky Pratama. Usia dua belas tahun. Rizky pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar tiga puluh kilogram ikan untuk dijual," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia mengungkap kondisi Rizky yang sempat putus sekolah dan tertinggal secara akademis sebelum mengikuti program tersebut. Prabowo menyebut kemampuan dasar membaca dan berhitung Rizky belum memadai saat pertama kali masuk Sekolah Rakyat.
"Ia sempat putus sekolah. Dan waktu masuk sekolah rakyat, ia belum lancar membaca dan belum bisa menghitung dengan baik," ujar Prabowo.
Ia menegaskan perubahan besar yang kini dialami Rizky setelah mengikuti program tersebut. Prabowo menyampaikan pesan filosofis soal nilai penting investasi terhadap masa depan seorang anak.
"Hari ini Rizky kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," tegas Prabowo.
Ia melanjutkan dengan memperkenalkan siswa kedua, Citra Nur Ramadhani, yang berasal dari Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Prabowo menceritakan latar belakang keluarga Citra yang penuh keterbatasan.
"Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas empat sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas," papar Prabowo.
Ia menjelaskan program Sekolah Rakyat memberi kesempatan bagi Citra untuk tetap bersekolah tanpa harus meninggalkan tanggung jawab membantu keluarganya. Prabowo menyebut prestasi yang berhasil diraih Citra belakangan ini.
"Sekolah rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten," tambah Prabowo.
Di tengah suasana pidato yang serius, Prabowo turut menyelipkan candaan ringan kepada Citra terkait usianya yang masih sepuluh tahun. Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus.
"Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu. Jadi enggak ada yang berani nanti main-main sama kau," pungkas Prabowo disambut tawa hadirin.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, sekolah rakyat, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.