iklan periskop
Nasional

Prabowo Siapkan Skema Pembelian Motor Listrik Berbunga Rendah dan Tanpa DP

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan skema kredit bunga rendah dan tanpa DP untuk pembelian motor listrik nasional demi dorong energi bersih.

3 jam yang lalu · 3 mnt baca
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Dok. Setpres)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penyediaan skema kredit berbunga rendah tanpa uang muka atau down payment (DP) bagi masyarakat. Kebijakan strategis ini disiapkan untuk mengakselerasi penjualan motor listrik nasional (MoLiNas) hasil produksi industri dalam negeri.

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan dengan menginstruksikan Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar menyusun formula pembiayaan yang terjangkau. Menurutnya, kepastian cicilan ringan akan menjadi pendorong utama minat masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

"Danantara, dukung dengan apa yang kau bisa dukung. Tadi, kita bicarakan—Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka, tetapi ujungnya you akan juga suka. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian, kita usahakan tidak pakai DP," kata Presiden Prabowo saat meresmikan peluncuran MoLiNas di fasilitas produksi Indika Energy, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Ia menilai, penggunaan kendaraan listrik mampu memangkas pengeluaran biaya operasional harian masyarakat secara signifikan. Menurut perhitungannya, efisiensi pengeluaran tersebut dapat mencapai minimal 50% hingga 70% jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak.

Ia menuturkan, transisi menuju kendaraan listrik sudah menjadi tuntutan global yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, penerapan aturan pajak karbon di berbagai kota besar dunia seperti Beijing menjadi sinyal kuat agar masyarakat segera meninggalkan motor bermesin bensin.

"Nanti mungkin, karena ini sudah kebutuhan dunia. Jadi, ada namanya carbon tax di kota-kota besar seperti di Beijing, gak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat, gandrung dengan motor bensin," ujar Presiden.

Guna mempermudah proses peralihan kendaraan, ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang merancang skema tukar tambah. Menurutnya, mekanisme penukaran motor lama dengan unit baru ini dirancang agar tidak memberatkan keuangan masyarakat.

"Jadi, nanti kita pikirkan bagaimana kita melebarkan jalan tukar tambah, kau setor motor lama dapat motor baru, ya tambah dikitlah," kata Prabowo.

Ia menambahkan, pengembangan sektor manufaktur motor listrik lokal sangat vital bagi pertahanan perekonomian nasional. Langkah ini dinilainya efektif untuk menekan tingkat ketergantungan Indonesia terhadap pasokan BBM impor.

Ia menyebutkan, potensi penghematan devisa negara dari pengurangan impor BBM mencapai nominal yang sangat fantastis. Menurut catatannya, Indonesia harus mengeluarkan alokasi anggaran hingga US$ 28 miliar sampai US$ 30 miliar setiap tahunnya hanya untuk membeli BBM dari luar negeri.

Ia memaparkan, konsumsi BBM impor dapat ditekan secara bertahap melalui pemanfaatan biofuel B50 dan konversi LPG ke CNG. Menurutnya, program pendukung lain seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya seluas 100 gigawatt juga sedang dipersiapkan.

Dalam kesempatan yang sama, ia memberikan apresiasi tinggi atas keberanian pabrikan lokal di Cikarang yang mampu memproduksi 20.000 unit motor listrik. Ia menilai langkah tersebut sangat berani di tengah ketatnya persaingan pasar dari manufaktur asal China, Jepang, dan Korea Selatan, seraya menantang perusahaan menaikkan skala produksi hingga 200.000 bahkan 2 juta unit, pungkas Prabowo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, dan motor listrik dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.