iklan periskop
Nasional

Korban Gempa Flores M7,7 Bertambah Jadi 33 Orang, 23 Luka-Luka

Korban gempa Flores M7,7 bertambah menjadi 33 orang meninggal dan 23 luka-luka. Evakuasi berlanjut di tengah 111 gempa susulan dan kerusakan infrastruktur

8 jam yang lalu · 4 mnt baca
korban gempa
Petugas SAR gabungan berupaya menyelamatkan warga yang tertimpa runtuhan bangunan di Sikka, NTT. dok. Basarnas
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 33 orang hingga Sabtu (15/8/2026) sore. Selain korban jiwa, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan proses pencarian, evakuasi serta pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah kabupaten terdampak.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses pendataan oleh pemerintah daerah dan tim gabungan di lapangan.

"Itu hanya data sementara. Saat ini masih terus dilakukan pendataan," katanya.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTT, 33 korban meninggal tersebar di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Nagekeo satu orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, serta Manggarai Barat satu orang.

Sementara itu, 23 korban luka terdiri atas enam orang di Kabupaten Sikka, 13 orang di Ende, dan empat orang di Manggarai. Pemerintah masih melakukan verifikasi data karena dampak gempa menjangkau sejumlah wilayah di Pulau Flores.

“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, juga kerusakan yang terjadi. Kami terus update perkembangannya,” ujar Melki.

Angka yang disampaikan Gubernur NTT pada Sabtu sore tersebut lebih baru dibandingkan pembaruan BNPB hingga pukul 12.30 WIB yang masih mencatat 14 korban meninggal, dua luka berat, dan 11 luka ringan. BNPB ketika itu menegaskan data masih melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan perkembangan data korban berlangsung cepat sepanjang hari. Media Tirto pada pukul 14.39 WIB juga melaporkan keterangan Melki bahwa jumlah korban telah mencapai 33 orang dan 23 orang luka-luka. Proses pencarian terhadap warga yang masih terjebak di bangunan juga dilaporkan masih berlangsung.

Evakuasi dan Pemulihan Infrastruktur Dipercepat

Melki bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka turun langsung memantau lokasi terdampak. Fokus penanganan mencakup pencarian dan evakuasi korban, pelayanan medis, pemenuhan kebutuhan pengungsi hingga pemulihan infrastruktur.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan. Sejumlah ruas jalan mengalami longsor dan terputus, sementara jaringan listrik serta telekomunikasi di beberapa wilayah sempat terganggu. Pemerintah mengerahkan sumber daya bersama TNI dan Polri untuk membantu penanganan darurat.

Pemulihan listrik mulai dilakukan secara bertahap. PLN Unit Induk Wilayah NTT melaporkan 429 gardu distribusi telah berhasil dinyalakan kembali, dari total 3.478 gardu yang teridentifikasi terdampak gangguan. Enam dari 11 gardu induk yang terdampak juga telah kembali beroperasi. PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan posko bencana.

“Sudah 429 gardu listrik yang saat ini sudah menyala atau beroperasi kembali pascagempa pagi tadi,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F Eko Sulistyono.

Dampak gempa turut merembet ke sektor transportasi. Dua penerbangan Wings Air rute Kupang-Ende dibatalkan sehingga 126 penumpang batal diberangkatkan. Sementara penerbangan dari Kupang menuju Larantuka, Lembata, Tambolaka, Alor, Maumere dan Labuan Bajo dilaporkan masih dapat dilayani.

Gempa Susulan Capai 111 Kali

BMKG menyatakan gempa utama dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut mekanisme tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa besar.

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Wijayanto.

Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum BMKG mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB. Meski peringatan tsunami telah dicabut, aktivitas seismik masih tinggi. Hingga pukul 10.00 WITA, BMKG Stasiun Geofisika Kupang telah mencatat 111 kali gempa susulan.

“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama.

BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan. Pemerintah daerah juga terus mengingatkan warga untuk mengikuti arahan petugas dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah pusat sebelumnya memastikan penanganan gempa NTT dilakukan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI dan Polri. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan prioritas pemerintah adalah penyelamatan serta penanganan korban secepat mungkin.

"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," tuturnya.

Dengan proses penyisiran dan verifikasi masih berlangsung, jumlah korban maupun skala kerusakan akibat gempa Flores masih dapat berubah. Pemerintah menempatkan evakuasi korban, kebutuhan dasar pengungsi serta pemulihan akses listrik, telekomunikasi dan transportasi sebagai prioritas pada masa tanggap darurat.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai basarnas, gempa bumi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.