iklan periskop
Nasional

Upacara HUT RI ke-81, Prabowo Ajak Hening Cipta untuk Korban Bencana NTT dan Sumatera

Prabowo mengajak peserta Upacara HUT ke-81 RI mengheningkan cipta dan mendoakan korban bencana NTT, Sumatera, serta daerah lain di Indonesia

2 jam yang lalu · 3 mnt baca
prabowo
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi mengheningkan cipta pada upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (ANTARA/YouTube Biro Pers, Media dan Infrmasi Istana Presiden
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh peserta Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera, dan berbagai wilayah lainnya. Momen tersebut berlangsung dalam prosesi mengheningkan cipta di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

“Serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan di wilayah-wilayah Indonesia lainnya,” kata Prabowo selaku Inspektur Upacara saat memimpin prosesi mengheningkan cipta tersebut.

Selain mendoakan korban bencana, Kepala Negara mengajak peserta upacara mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi kemerdekaan Indonesia.

“Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Upacara tahun ini menjadi puncak peringatan HUT ke-81 RI yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemerintah sebelumnya menyatakan perayaan kemerdekaan dirancang melibatkan masyarakat secara lebih luas, sementara Presiden bertindak sebagai inspektur Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 54 Orang

Doa Presiden untuk masyarakat terdampak bencana berlangsung ketika pemerintah masih menangani dampak besar gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu (15/8).

BNPB memperbarui jumlah korban meninggal akibat gempa tersebut menjadi 54 orang hingga Senin (17/8/2026). Pemerintah juga mengoperasikan dua pusat distribusi utama di Labuan Bajo dan Maumere untuk menjangkau kabupaten-kabupaten terdampak di Flores.

Sebanyak 50.000 paket bantuan Presiden masuk dalam logistik yang disiapkan. BNPB turut menyiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter yang mendukung distribusi bantuan dan evakuasi medis menuju wilayah dengan akses terbatas.

Peringatan kemerdekaan di NTT juga berlangsung berbeda. Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta sejumlah pejabat pemerintah mengikuti upacara HUT ke-81 RI bersama masyarakat di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah tetap mengawal penanganan gempa langsung dari daerah terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ujar Pratikno.

Pemerintah memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban, distribusi kebutuhan dasar, pemulihan akses serta pendataan rumah masyarakat yang rusak agar rehabilitasi bisa dimulai tanpa menunggu seluruh asesmen selesai.

Sumatera Juga Diguncang Gempa M6,4

Selain NTT, Sumatera juga mengalami aktivitas kegempaan menjelang Hari Kemerdekaan. BNPB mencatat gempa magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8) pukul 17.54 WIB. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 163 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan dirasakan antara lain di Simalungun, Medan, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Tengah. BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait melakukan asesmen dan pemantauan dampak setelah gempa.

Dalam konteks NTT, perhatian pemerintah terhadap korban juga tidak berhenti pada prosesi doa di Istana. Sejumlah menteri memilih memperingati Hari Kemerdekaan bersama warga terdampak dan tetap menjalankan koordinasi tanggap darurat dari Flores. Pratikno sebelumnya menegaskan bahwa prioritas pada fase ini adalah penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan mengembalikan fungsi infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, dan jaringan komunikasi.

Dengan rangkaian penanganan bencana masih berlangsung, prosesi mengheningkan cipta pada HUT ke-81 RI tahun ini tidak hanya menjadi penghormatan kepada pahlawan kemerdekaan, tetapi juga momentum solidaritas bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana di berbagai daerah Indonesia.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Gempa NTT, dan upacara di istana dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.