Nasional

Gempa Dangkal Magnitudo 3,5 Guncang Bantul, BMKG Sebut Akibat Sesar Opak

BMKG mencatat gempa magnitudo 3,5 di Bantul akibat Sesar Opak. Getaran terasa hingga Solo, tidak ada laporan kerusakan bangunan.

4 jam yang lalu · 2 mnt baca
Seismograph gempa bumi
Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. ANTARA/Anadolu
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa bumi tektonik magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peristiwa guncangan ini terjadi pada Kamis pukul 17.20 WIB akibat pergerakan aktif Sesar Opak.

Kepala Stageof Sleman Ardhianto Septiadhi menyampaikan, titik pusat gempa berada di darat pada koordinat 7,88 LS dan 110,45 BT. Menurutnya, lokasi tersebut berjarak 11 kilometer ke arah timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," kata Kepala Stageof Sleman Ardhianto Septiadhi di Yogyakarta, Kamis (20/8).

Ia menambahkan, dampak getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh warga Bantul dan Kota Yogyakarta pada skala III MMI. Pada skala ini, fenomena getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berat yang melintas.

Wilayah lain seperti Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, hingga Magelang juga merasakan guncangan pada skala II MMI. Menurut penjelasannya, guncangan skala halus tersebut membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang perlahan.

Guncangan memang terasa di pelbagai daerah, tetapi pihak berwenang memastikan situasi lapangan masih tergolong aman.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," jelasnya.

Petugas pemantau terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi munculnya guncangan lanjutan di sekitar lokasi.

Ia menjelaskan, pemantauan tim BMKG hingga pukul 17.39 WIB belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Meskipun kondisi terpantau aman, warga tetap diminta waspada dan menyeleksi informasi yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, warga diimbau tetap tenang serta menolak isu liar yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Langkah antisipasi mandiri juga perlu dilakukan sebelum warga memutuskan masuk kembali ke dalam hunian masing-masing.

Warga disarankan menghindari struktur bangunan yang retak guna mencegah risiko bahaya yang tidak diinginkan.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tutup Ardhianto.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan gempa bumi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.