Sebanyak 2.065 ASN Mulai Latsarmil Komcad Gelombang II, Total Peserta 2026 Dekati 4.000
Sebanyak 2.065 ASN mengikuti Latsarmil Komcad Gelombang II 2026. Total peserta dua gelombang mencapai 3.823, mendekati target 4.000

Periskop.id - Sebanyak 2.065 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga mulai mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang II Tahun 2026. Jika digabung dengan 1.758 peserta gelombang pertama, jumlah ASN yang mengikuti program Komcad sepanjang tahun ini mencapai 3.823 orang, mendekati target pemerintah sebanyak 4.000 ASN.
Pelepasan peserta Gelombang II dilakukan melalui upacara di Lapangan Brigade Parako I Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026). Dari 2.065 peserta, sebanyak 1.317 merupakan ASN laki-laki dan 748 perempuan.
Para peserta selanjutnya menjalani pendidikan selama sekitar 1,5 bulan di lima satuan pendidikan TNI yang telah ditunjuk. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan kembali ke kementerian atau lembaga masing-masing untuk melanjutkan tugas sebagai ASN.
Program tersebut merupakan kelanjutan Latsarmil Gelombang I yang telah ditutup pada 5 Juni 2026. Kementerian Pertahanan mencatat 1.758 ASN menuntaskan pelatihan tahap pertama dan kembali ke instansi masing-masing setelah memperoleh pembekalan kedisiplinan, ketangguhan, kerja sama serta karakter bela negara.
Peserta Menyusut dari Tahap Seleksi
Jumlah peserta yang berangkat mengikuti Latsarmil Gelombang II lebih sedikit dibandingkan target awal pemerintah. Pada Juni lalu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebut, pemerintah menyiapkan hingga 2.300 peserta pada gelombang kedua untuk mengejar sasaran sekitar 4.000 ASN Komcad sepanjang 2026.
"Bulan Agustus (2026) nanti kita akan laksanakan untuk yang tahap kedua sejumlah 2.300 selama satu setengah bulan," kata Donny.
Dalam proses rekrutmen selanjutnya, sebanyak 3.180 ASN dari 50 kementerian/lembaga sempat diusulkan mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, 2.590 orang menjalani pemeriksaan kesehatan dan 2.105 dinyatakan lolos pada tahap tersebut.
Mereka kemudian masih harus melewati seleksi mental ideologi, psikologi, dan kesamaptaan sebelum memasuki pendidikan. Jumlah akhir yang dilepas untuk mengikuti Latsarmil pada Senin tercatat 2.065 ASN.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema sebelumnya mengatakan proses pendidikan Gelombang II dilakukan di lima satuan pendidikan TNI.
“Pertahanan negara adalah tanggung jawab kita bersama. Kebersamaan ini untuk mengawal kedaulatan negara dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang kolaboratif,” ujar Gabriel saat pelepasan peserta menuju tahap seleksi pada 15 Agustus.
Ia meminta peserta tetap mempertahankan profesionalisme sebagai aparatur negara meski mengikuti pembentukan Komcad. “Laksanakan dengan riang gembira, tetapi patuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Yang terpenting lakukan semua untuk negara dengan penuh semangat,” tegas Gabriel.
Latihan Menembak hingga Penguatan Nasionalisme
Materi Latsarmil bagi ASN tidak hanya berisi latihan fisik. Pada pelaksanaan gelombang sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyebut pembekalan meliputi latihan dasar menembak, simulasi operasi militer, kedisiplinan hingga materi teori mengenai nasionalisme.
Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter ASN, bukan untuk mengubah status pekerjaan mereka menjadi prajurit aktif.
Saat menutup Gelombang I, Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan, nilai yang diperoleh selama pendidikan diharapkan ikut terbawa ketika peserta kembali menjalankan pelayanan publik.
“Disiplin, kemampuan bekerja sama, dan ketangguhan yang ditempa akan dibawa kembali ke instansi, sehingga peserta dapat bekerja lebih efektif dan produktif,” ungkap Rini.
Peserta Gelombang I sebelumnya menjalani pendidikan di sejumlah satuan TNI, antara lain Pusat Pendidikan Kesehatan, Skadron Pendidikan 301, Pusat Bahasa TNI AU, Kodam Jaya, dan Pasukan Marinir 1 Cilandak.
Komcad Bukan Wajib Militer
Status Komcad berbeda dengan prajurit TNI aktif maupun program wajib militer.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara menegaskan keikutsertaan warga negara sebagai Komponen Cadangan bersifat sukarela. Komcad dipersiapkan untuk memperbesar dan memperkuat TNI sebagai komponen utama apabila negara membutuhkan mobilisasi.
Kementerian Pertahanan juga menegaskan, setelah tidak berada dalam masa pelatihan atau mobilisasi, anggota Komcad kembali menjalankan profesinya sebagai warga sipil. Dengan demikian, ASN yang lulus tetap bekerja di instansi pemerintah seperti sebelumnya.
Mobilisasi Komcad pun tidak dapat dilakukan secara otomatis. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2019, pengerahan dilakukan dalam keadaan darurat militer atau perang melalui keputusan Presiden dengan persetujuan DPR. Ketika dimobilisasi, Komcad berada di bawah komando dan kendali Panglima TNI.
Karena itu, pemerintah menempatkan pelatihan Komcad ASN sebagai kombinasi kesiapan pertahanan dan penguatan karakter aparatur. Tantangan berikutnya adalah memastikan disiplin dan ketangguhan yang dibangun selama 1,5 bulan pendidikan benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas kerja ketika ribuan ASN tersebut kembali ke kementerian dan lembaga masing-masing.
Dengan 2.065 peserta pada Gelombang II, jumlah peserta Latsarmil Komcad ASN sepanjang 2026 kini mencapai 3.823 orang. Angka tersebut tinggal 177 orang dari target 4.000 ASN yang sebelumnya disampaikan Kementerian Pertahanan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Donny Ermawan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), komponen cadangan (komcad), dan ASN dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.