Amran Bersihkan Kementan, 27 Pejabat Dicopot
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman copot 27 pejabat sepanjang Agustus 2026, 13 di antaranya terbukti terlibat judi daring dengan deposit hampir Rp200 juta.

Periskop.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) sepanjang Agustus 2026. Sebanyak 13 orang dipecat permanen karena terbukti terlibat judi daring, sementara 14 lainnya dinonaktifkan sementara atas dugaan penyimpangan uang bernilai miliaran rupiah.
Amran menyebutkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas sekaligus membangun birokrasi Kementan yang lebih profesional. Ia menegaskan pembersihan internal ini akan terus berjalan bila pelanggaran serupa kembali ditemukan.
"Saya sebagai bapaknya mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya," kata Amran, Selasa (1/9).
Dari 27 pejabat yang dicopot, 13 di antaranya merupakan pejabat eselon yang terbukti aktif bermain judi daring. Keputusan pemecatan permanen diambil setelah Kementan merampungkan proses verifikasi dan penelusuran atas laporan yang masuk.
Pencopotan terhadap 13 pejabat tersebut berlangsung pada Senin (31/8). Amran tidak merinci jenjang eselon masing-masing, namun ia menegaskan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam judi daring tidak bisa ditoleransi karena bertentangan dengan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Menurutnya, sebagian pejabat yang dipecat karena judi online sebenarnya sudah pernah mendapat pembinaan dan peringatan. Pelanggaran itu terulang lagi, sehingga pemecatan permanen jadi opsi terakhir.
"Ada pejabat yang memiliki nilai deposit judi daring hampir mencapai Rp200 juta," ungkap Amran. Ia memastikan pencopotan itu tidak akan mengganggu kinerja kementerian yang saat ini memiliki sekitar 52 ribu pegawai.
Sementara itu, 14 pejabat lainnya dicopot lantaran diduga terlibat penyimpangan penggunaan uang senilai miliaran rupiah. Penonaktifan kelompok ini dilakukan lebih dulu, yakni pada Selasa (18/8/2026).
Berbeda dari 13 pejabat yang langsung dipecat permanen, ke-14 pejabat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kementan. Amran menjelaskan, mereka berasal dari berbagai tingkatan mulai eselon I, eselon II, hingga eselon III.
Penonaktifan sementara ini dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan, sekaligus memastikan proses pemeriksaan berlangsung tanpa mengganggu profesionalisme birokrasi. Amran menegaskan, langkah tersebut bukan hukuman akhir bagi 14 pejabat tersebut.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara adil, transparan, dan berdasarkan bukti serta aturan yang berlaku. Jika Inspektorat Jenderal Kementan menemukan kerugian negara, kasus akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, pejabat yang terbukti tidak melanggar akan dikembalikan ke posisi semula. Mereka tetap punya kesempatan mengembangkan karier berdasarkan kinerja dan prinsip objektivitas dalam sistem birokrasi Kementan.
Amran menyebutkan, upaya bersih-bersih ini diperlukan untuk membangun Kementan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi kuat pada pelayanan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus jadi bagian dari komitmen Kementan menerapkan prinsip profesionalisme dan meritokrasi dalam pengelolaan ASN.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Andi Amran Sulaiman, dan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.