Nasional

Baznas Buka Pelatihan Pijat Syariah Gratis di Tangerang, Mustahik Disiapkan Kerja

Baznas RI membuka pelatihan pijat, spa, dan bekam syariah gratis di Tangerang untuk membekali mustahik dengan keterampilan kerja hingga peluang usaha mandiri

21 jam yang lalu · 4 mnt baca
Baznas Buka Pelatihan Pijat Syariah Gratis di Tangerang, Mustahik Disiapkan Kerja
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali membuka Program Vokasi Pelatihan Pijat, Spa, dan Bekam Syariah bagi mustahik. Pelatihan gratis batch kedua ini digelar di Kota Tangerang, Banten, Senin (31/8/2026). dok. Baznas
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali membuka pelatihan vokasi gratis bagi mustahik di Kota Tangerang, Banten. Kali ini, peserta dibekali keterampilan pijat, spa, dan bekam syariah sebagai bekal untuk masuk dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Program gelombang kedua tersebut menjadi bagian dari strategi pendayagunaan zakat yang tidak berhenti pada pemberian bantuan. Baznas menargetkan penerima manfaat memiliki kompetensi, mendapatkan penghasilan, hingga pada akhirnya mampu bertransformasi dari mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pemberi zakat.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad mengatakan, pelatihan vokasi diarahkan untuk memperbesar peluang kerja sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi peserta.

"Baznas terus mendorong pemberdayaan mustahik. Melalui pelatihan ini diharapkan para penerima manfaat pelatihan memiliki kompetensi, kesiapan, dan kesempatan kerja yang lebih baik," tuturnya, Selasa (1/9). 

“Salah satu upaya utama kami adalah mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Jadi, ini merupakan kesempatan baik untuk para mustahik bisa segera mendapatkan penghasilan dari pelatihan ini,” lanjutnya. 

20 Mustahik Ikuti Pelatihan Selama Tujuh Hari

Pada gelombang kedua, sebanyak 20 mustahik laki-laki di Kota Tangerang mengikuti pelatihan yang digelar Baznas RI bersama Baznas Kota Tangerang dan Latifa Spa Academy.

Berdasarkan keterangan resmi Baznas Kota Tangerang, program berlangsung selama tujuh hari pada 31 Agustus hingga 6 September 2026 di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Peserta mengikuti pembelajaran teori dan praktik sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari.

Materi yang diberikan mencakup keterampilan pijat tradisional dan refleksi serta sejumlah kompetensi lain untuk menunjang pekerjaan sebagai terapis. Baznas juga memberikan pelatihan soft skills, sertifikasi, pendampingan, hingga fasilitasi penempatan kerja melalui jaringan mitra.

Program tersebut tidak hanya diarahkan agar peserta menjadi pekerja. Keterampilan yang didapat juga dapat dikembangkan sebagai usaha mandiri, termasuk dengan membuka layanan pijat atau homecare service dari rumah.

Kepala Divisi Perdagangan dan Umum Baznas RI Deden Kuswanda menilai ukuran keberhasilan program vokasi berada pada kemampuan peserta memanfaatkan keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan dan menciptakan penghasilan secara berkelanjutan.

"Intinya dari vokasi adalah siap untuk bekerja hingga bisa mandiri. Para terapis ini juga bisa nanti berkolaborasi dengan berbagai program Baznas. Kadang-kadang kami (Baznas) membuat posko dan para terapis membantu para relawan, termasuk posko mudik dan layanan lainnya," ucap Deden Kuswanda.

Terapis Bisa Dilibatkan dalam Program Kemanusiaan

Selain menjadi jalan menuju dunia kerja, keterampilan para peserta berpotensi dimanfaatkan dalam program sosial dan kebencanaan yang dijalankan Baznas. Terapis yang telah mendapat pelatihan dapat dilibatkan dalam layanan bagi masyarakat maupun relawan, termasuk ketika Baznas mendirikan posko kemanusiaan dan layanan mudik.

Pendekatan tersebut membuat program vokasi memiliki dua fungsi sekaligus, yakni membuka peluang ekonomi bagi mustahik dan menyediakan tenaga terampil yang dapat dilibatkan dalam kegiatan pelayanan sosial.

Salah satu peserta gelombang kedua, Saprudin, mengikuti pelatihan setelah kehilangan pekerjaan dan kini mengandalkan penghasilan sebagai pengemudi ojek. Dalam keterangannya, ia berharap keterampilan baru yang diperoleh dapat menjadi jalan untuk mendapatkan pekerjaan dan sumber pendapatan yang lebih baik.

Kegiatan Program Vokasi Pelatihan Pijat, Spa, dan Bekam Syariah gratis batch dua yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Kota Tangerang, Banten, Senin (31/8/2026). dok. Baznas RI

Gelombang Pertama Diikuti 40 Mustahik Perempuan

Pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan Baznas pada Mei 2026. Pada gelombang sebelumnya, sebanyak 40 mustahik perempuan mendapat pelatihan terapis spa dan pijat syariah di Kota Tangerang. Program tersebut juga dijalankan bersama Baznas Kota Tangerang dan Latifa Spa Academy yang memiliki jaringan mitra lebih dari 30 perusahaan di sektor spa dan wellness.

Sebelum pelatihan tersebut dilaksanakan, Baznas Kota Tangerang juga membuka pendaftaran program terapis spa dan pijat syariah gratis pada April 2026. Materinya meliputi pijat tradisional, totok wajah, refleksi, service mindset, grooming, hingga komunikasi. Peserta turut memperoleh e-modul dan sertifikat sebagai bekal mencari pekerjaan.

Ketua Baznas Kota Tangerang Aslie Elhusyairi ketika itu menegaskan peserta juga didorong agar tidak hanya bergantung pada penempatan kerja. "Bahkan kami juga nantinya mendorong peserta pelatihan bisa membuka usahanya secara mandiri," ucap Aslie.

Baznas juga menjalankan pendekatan vokasi serupa di bidang lain. Pada Mei 2026, lembaga tersebut membuka pelatihan sekuriti gratis bagi mustahik Kota Tangerang dan menyiapkan mekanisme penyaluran peserta ke lembaga atau perusahaan mitra setelah memenuhi standar pelatihan.

Pengangguran Banten Masih 6,48%

Program keterampilan kerja tersebut berlangsung ketika persoalan pengangguran masih menjadi salah satu tantangan di Banten. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Mei 2026 berada di level 6,48%, turun 0,11 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 6,59%.

Jumlah angkatan kerja Banten pada Mei 2026 mencapai 6,29 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 5,88 juta penduduk tercatat bekerja. Angka tersebut bertambah sekitar 57 ribu orang dibandingkan kondisi Februari 2026.

Kondisi itu membuat peningkatan keterampilan menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan masyarakat usia kerja dengan kebutuhan pasar, terutama bagi kelompok mustahik yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan keterampilan berbayar.

Melalui skema vokasi, Baznas berupaya mengarahkan pemanfaatan dana zakat ke model pemberdayaan produktif. Tujuannya bukan hanya membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi membangun sumber penghasilan agar penerima manfaat dapat hidup lebih mandiri dan secara bertahap memiliki kemampuan ekonomi untuk menjadi muzaki.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), rumah pijat, dan mustahik dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.