Nasional

ESDM Mulai Uji Coba Penggunaan Tabung CNG 3 Kilogram ke Masyarakat

Kementerian ESDM memulai uji coba tabung CNG 3 kg secara terbatas di lingkungan Lemigas guna menguji kinerja dan kesiapan masyarakat.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Mengenal CNG Merah Putih, Gas Pengganti LPG 3 Kg yang Diklaim Lebih Murah dan Ringan
Ilustrasi - CNG Merah Putih menggantikan LPG 3 Kg Bersubsidi. Ilustrasi dihasilkan oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memulai tahapan uji coba penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran tiga kilogram secara terbatas.

Pelaksanaan skema uji coba tersebut menyasar masyarakat di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa evaluasi menyeluruh atas proyek ini akan diperoleh pada bulan ini. Menurutnya, pemantauan tidak hanya mencakup aspek teknis tabung, tetapi juga pola pemanfaatan langsung oleh konsumen.

"September ini kami akan dapatkan hasil evaluasi, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Laode saat ditemui seusai Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/9).

Ia menjelaskan, partisipan yang terlibat dalam pengujian lapangan ini difokuskan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seluruh pelaku usaha tersebut beroperasi di dalam area operasional Lemigas.

Menurut Laode, proses pengujian kini telah beralih menuju fase penggunaan riil oleh masyarakat selama satu bulan penuh. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari pengujian awal yang sebelumnya hanya berorientasi pada ketahanan fisik tabung.

Ia menilai, kesiapan infrastruktur pendukung saat ini sudah memadai untuk mendukung evaluasi langsung di tingkat pengguna. Pengujian dinilai krusial guna mengukur tingkat keamanan serta kenyamanan operasional sehari-hari.

Pada kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan gas alam terkompresi ini telah meluas pada sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kendati demikian, ia menyebut penggunaan CNG selama ini masih didominasi oleh tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram. Oleh karena itu, penyesuaian menuju ukuran tiga kilogram membutuhkan kecermatan teknis yang tinggi.

"Tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar," kata Bahlil.

Bahlil menambahkan, pemerintah terus mengeksplorasi potensi CNG sebagai komoditas substitusi LPG tabung tiga kilogram. Langkah strategis ini ditempuh guna mengurangi tingkat ketergantungan nasional terhadap pasokan energi impor.

Ia optimistis karena seluruh bahan baku pembuatan CNG dapat dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri. Sumber daya gas alam nasional yang melimpah dinilai menjadi modal kuat untuk menjaga ketahanan energi independen.

Sebagai langkah penguatan pasokan, pemerintah juga berhasil menemukan cadangan gas baru di wilayah Kalimantan Timur. Potensi cadangan tersebut rencananya akan diprioritaskan untuk mengamankan alokasi kebutuhan energi domestik.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Compressed Natural Gas (CNG), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.