Viral! IONIQ 5 Aa Juju Bermasalah, Aftersales Disebut Bikin Stres
Aa Juju keluhkan IONIQ 5 rusak & aftersales bikin stres. Hyundai Indonesia resmi minta maaf, janji telusuri masalah.

Periskop.id - Konten kreator kuliner Aa Juju, pemilik akun @makanlurrr, bikin heboh media sosial. Ia membagikan pengalaman buruknya memakai Hyundai IONIQ 5 yang baru dibeli tunai dari dealer Hyundai Fatmawati.
Menurutnya, mobil listrik itu bermasalah sejak awal dipakai. Ia juga menyebut pelayanan aftersales Hyundai ikut menambah stres yang dialaminya.
Kabar ini langsung ramai dibicarakan di TikTok. Pihak Hyundai Motor Indonesia pun angkat bicara lewat pernyataan resmi.
Kronologi Keluhan Aa Juju
Masalah bermula tak lama setelah Aa Juju membeli IONIQ 5 secara cash. Saat proses pembelian, sales sempat menjanjikan mobil punya fitur parkir paralel otomatis.
Namun setelah dipakai, klaim itu disebut tidak sesuai kenyataan. Belum lama pakai, muncul berbagai masalah teknis.
Berikut daftar masalah yang dikeluhkan Aa Juju:
- Fast charging tidak berfungsi, sudah dicoba di Hyundai Motorstudio Senayan Park dan beberapa SPKLU lain
- Mobil sempat tidak bisa dinyalakan
- Baterai mengalami kondisi soak, harus diganti
- Baterai disebut overcharge dan overuse
- Head unit atau sistem infotainment bermasalah
Beredar juga dugaan bahwa masalah pada sistem 12V dipicu oleh fitur parkir paralel yang menguras daya berlebihan. Namun hal ini masih ditelusuri lebih lanjut.
Aftersales Bikin Stres, Sampai ke Psikolog
Bukan cuma mobilnya yang bermasalah. Aa Juju juga kecewa dengan respons dealer saat ia mencoba komplain.
Pesannya ke sales yang melayani pembelian tidak dibalas. "Mobil bikin gue stres, udah gitu aftersales-nya juga bikin stres," katanya.
Saat datang langsung ke dealer, ia bertemu supervisor yang justru merekam interaksi dan bertanya balik, "Sejago-jagonya sales, ada enggak yang menjelaskan sampai sedetail itu?" Bukan solusi yang didapat, melainkan respons yang dianggap defensif.
Aa Juju mengaku tekanan dari kejadian ini membuatnya harus berkonsultasi ke psikolog.
Warganet Ramai-Ramai Tag Hyundai
Cerita Aa Juju cepat menyebar di media sosial dan memancing simpati publik. Banyak warganet ikut berkomentar di kolom media sosial, sebagian menandai akun resmi Hyundai Motor Indonesia agar segera memberi tanggapan.
Beberapa komentar meminta pihak Hyundai turun tangan langsung menangani kasus ini, sementara yang lain menilai persoalan ini lebih pada penanganan di level dealer ketimbang kebijakan Hyundai sebagai merek secara keseluruhan.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak dealer terkait insiden yang disebut Aa Juju.
Tanggapan Resmi Hyundai Indonesia
Merespons keluhan yang viral, Head of Brand Interactive Hyundai Motor Indonesia Rouli Sijabat menyampaikan permintaan maaf resmi pada Kamis (20/8).
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan kami, baik terkait pengalaman produk maupun pelayanan," kata Rouli.
"Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh," lanjutnya.
Hyundai mengakui ada dua masalah yang dikeluhkan, yaitu pengalaman produk dan kualitas pelayanan purnajual. Namun hingga kini, Hyundai belum merinci hasil investigasi atau bentuk kompensasi untuk Aa Juju.
Kasus ini menyoroti dua isu sekaligus: keandalan teknis mobil listrik yang masih tergolong baru di Indonesia, dan kualitas layanan purnajual yang kerap dikeluhkan konsumen kendaraan listrik.
Publik kini menunggu langkah konkret Hyundai Motor Indonesia, baik berupa perbaikan unit, kompensasi, maupun evaluasi standar pelayanan di jaringan dealernya.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.