Otomotif

Omoda O4 Bidik Segmen Rp400 Jutaan, Bawa AI dan 18 Fitur ADAS

Omoda O4 bidik segmen mobil listrik Rp400 jutaan dengan teknologi AI, 18 fitur ADAS, tenaga 160 kW dan jarak tempuh hingga 611 km

1 minggu yang lalu · 4 mnt baca
Omoda O4 Bidik Segmen Rp400 Jutaan, Bawa AI dan 18 Fitur ADAS
Omoda O4. dok. Omoda
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Omoda & Jaecoo Indonesia menyiapkan Omoda O4 untuk memperkuat persaingan mobil listrik di Tanah Air. Crossover listrik ini berpotensi bermain di kisaran harga Rp400 jutaan dengan membawa teknologi kecerdasan buatan (AI), 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), serta daya jelajah yang diklaim mencapai 611 kilometer.

Omoda O4 dibekali satu motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 160 kW dengan torsi puncak 275 Nm. Berdasarkan spesifikasi terbaru yang disampaikan perusahaan, mobil tersebut memiliki jarak tempuh hingga 611 kilometer dengan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).

Sebagai pembanding, Omoda dalam laman resminya pada peluncuran global O4 pada 27 Juli 2026 mencantumkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 65,05 kWh dengan daya jelajah hingga 553 kilometer berdasarkan standar NEDC. Mobil tersebut juga mendukung DC fast charging hingga 119 kW yang diklaim mampu mengisi baterai dari 20% menjadi 80% dalam 22 menit. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam 7,1 detik.

Perbedaan angka jarak tempuh tersebut perlu dilihat berdasarkan metode pengujian yang digunakan karena CLTC dan NEDC memiliki parameter pengujian berbeda.

Salah satu fitur yang menjadi andalan Omoda O4 adalah teknologi berbasis AI. Mobil ini dilengkapi AI Voice Assistant yang memungkinkan pengguna mengoperasikan sejumlah fungsi kendaraan melalui perintah suara, layar sentuh 13,2 inci, serta pengisian daya nirkabel cepat berdaya 50W.

18 Fungsi ADAS untuk Keselamatan

Pada teknologi keselamatan dan bantuan berkendara, Omoda O4 membawa 18 fungsi ADAS serta kamera 540 derajat yang memberikan pandangan lebih luas di sekitar kendaraan. Sistem ini dirancang untuk membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara sekaligus meningkatkan kemudahan saat bermanuver.

Teknologi AI tersebut dikembangkan lebih jauh melalui Super AI Cockpit dengan arsitektur Agentic AI berbasis large language model (LLM). Sistem itu memiliki 10 AI Agent yang antara lain dapat memahami perintah kompleks, menjalankan sejumlah fungsi kendaraan secara bersamaan, membantu navigasi, hingga memberikan rekomendasi musik dan informasi kepada pengguna.

Dari sisi tampilan, Omoda O4 mengusung konsep Cyber Mecha. Identitas futuristis terlihat melalui lampu depan Cyber Lightning, lekukan bodi Mecha Flow, serta desain kabin yang mengambil inspirasi dari kokpit pesawat ruang angkasa.

Desain bodinya juga dikembangkan untuk mendukung aerodinamika. Omoda menyebut O4 memiliki koefisien hambatan udara 0,292 Cd yang ditujukan untuk membantu efisiensi kendaraan.

Selain Cyber Mecha, Omoda membagi konsep O4 ke dalam tiga bagian utama, yakni Cyber Mecha untuk desain, Cyber Pilot untuk teknologi berkendara, serta Cyber Verse yang berfokus pada pengalaman hiburan dan kenyamanan di dalam kabin.

Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia Jim Ma mengatakan, perusahaan tidak hanya mengandalkan performa kendaraan listrik, tetapi juga ingin membawa teknologi AI lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari pengguna.

"Omoda O4 dirancang untuk menjadi bagian dari aktivitas dan gaya hidup penggunanya, baik saat berkendara maupun ketika kendaraan sedang berhenti. Kami membangun Omoda O4 dengan kombinasi performa EV, teknologi AI, dan desain yang berani, bukan sekadar untuk tampil beda, tetapi untuk menghadirkan nilai yang selama ini belum banyak ditemukan di segmen crossover EV," ujar Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia Jim Ma.

Indonesia Lokasi Debut Global Omoda O4

Indonesia sendiri memiliki posisi penting dalam strategi Omoda. Negara ini menjadi lokasi debut global Omoda O4 pada 27 Juli 2026 sekaligus peluncuran teknologi Super AI Cockpit. Omoda menyebut Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menjadi tempat peluncuran global model tersebut.

Pemesanan Omoda O4 kemudian dibuka saat GIIAS 2026. DetikOto melaporkan calon konsumen dapat melakukan pemesanan dengan booking fee Rp5 juta, meski harga resmi kendaraan belum diumumkan. Sementara Media Indonesia melaporkan 1.000 pemesan pertama mendapat kesempatan memperoleh paket peningkatan fitur senilai Rp50 juta.

Dengan demikian, kisaran Rp400 jutaan masih menjadi proyeksi harga dan bukan harga resmi on the road (OTR) Omoda O4. Situs resmi Omoda Indonesia hingga kini juga belum mencantumkan nominal harga final kendaraan tersebut.

Kehadiran Omoda O4 berlangsung ketika persaingan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin ketat. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit, naik 4,5% dibanding Juni dan tumbuh 33,3% dibanding Juli 2025. Mobil listrik BYD Atto 1 bahkan berada di posisi kedua kendaraan terlaris pada bulan tersebut dengan 4.233 unit, sementara Jaecoo J5 mencatat 3.155 unit.

"Trennya membaik. Pertumbuhan ekonomi juga membaik dan lain-lain. Saya pikir daya beli masyarakat mulai tumbuh," kata Ketua I GAIKINDO Jongkie Sugiarto.

Tren tersebut membuat segmen yang akan dimasuki Omoda O4 semakin kompetitif. Dengan kombinasi performa listrik, teknologi AI, ADAS, serta proyeksi harga di kelas Rp400 jutaan, Omoda O4 akan berhadapan dengan semakin banyak pilihan kendaraan listrik yang menawarkan teknologi dan harga agresif di pasar Indonesia.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Omoda, dan mobil listrik dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.