Noctourism Jadi Tren Wisata Baru, Ini Destinasi Wisata Malam di Indonesia
Noctourism jadi tren wisata baru. Simak rekomendasi destinasi wisata malam di Indonesia, dari Bali, Jakarta, Jogja, hingga Bromo.

Periskop.id - Tren perjalanan wisata global terus mengalami pergeseran menarik. Terbaru, konsep noctourism atau nocturnal tourism makin diminati para pelancong di berbagai penjuru dunia. Konsep perjalanan ini berfokus pada aktivitas wisata yang dimulai dari waktu senja, berlanjut ke malam hari, hingga menjelang fajar.
Berdasarkan data riset perjalanan dari Booking.com, para wisatawan kini makin tertarik mengeksplorasi aktivitas malam hari. Langkah ini diambil sebagai respons adaptif untuk menghindari lonjakan suhu ekstrem (climate change impact) di siang hari, sekaligus demi menikmati suasana destinasi yang jauh lebih tenang.
Keunggulan dan Alternatif Aktivitas Wisata Malam
Berwisata setelah matahari terbenam menyajikan berbagai daya tarik unik yang tidak didapatkan pada siang hari. Selain terbebas dari cuaca terik yang menyengat, moda transportasi publik pada malam hari sering kali menawarkan tarif yang lebih terjangkau. Lebih dari itu, lanskap malam menyuguhkan suasana yang lebih syahdu dengan tampilan visual menawan dari gemerlap lampu kota.
Ada berbagai variasi aktivitas seru yang bisa dicoba dalam konsep noctourism, di antaranya:
- Urban city walk dan city lights untuk menikmati pemandangan arsitektur kota.
- Stargazing dan astro-tourism untuk mengamati keindahan langit malam.
- Wisata kuliner di pasar malam (night market).
- Night safari guna melihat kehidupan alam liar di malam hari.
- Pertunjukan seni dan budaya lokal.
Rekomendasi Destinasi Noctourism di Indonesia
Indonesia memiliki deretan destinasi yang sangat ideal untuk menikmati pengalaman noctourism di berbagai wilayah.
Di Bali, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan drama Tari Kecak Uluwatu atau Melasti yang dimulai saat sunset dan berlanjut hingga malam hari. Bagi yang menyukai suasana perkotaan, Jakarta menawarkan sensasi keliling ikon kota menggunakan Open Top Tour Bus atau bus wisata atap terbuka.
Sementara itu, wilayah Jogja dan Solo menyajikan keseruan Alun-Alun Kidul serta Pasar Ngarsopuro. Wisatawan bisa berkeliling naik sepeda hias kelap-kelip hingga berburu kerajinan dan kuliner lokal di pasar malam seni.
Bagi pencinta alam dan petualangan, Jawa Barat memiliki program Night Safari di Taman Safari untuk menelusuri hutan buatan menggunakan kereta terbuka demi mengamati aktivitas satwa liar malam hari di tengah sejuknya udara pegunungan. Adapun di Jawa Timur, Bromo menjadi lokasi favorit untuk kegiatan Stargazing, yakni berburu pemandangan gugusan bintang Milky Way di lautan pasir sebelum menyambut terbitnya matahari.
Panduan Aman Berwisata Malam Hari
Mengingat aktivitas dilakukan pada malam hari, keselamatan dan kesiapan perjalanan perlu menjadi perhatian utama, khususnya bagi para solo traveler. Terdapat beberapa tips penting agar aktivitas noctourism tetap aman dan nyaman.
Langkah awal yang krusial adalah merencanakan rute serta transportasi secara matang dan membagikan live location kepada teman atau keluarga terdekat.
Saat berada di lokasi, pilihlah area yang berpenerangan baik serta usahakan membawa barang bawaan secara ringkas dan ringan. Selain itu, pastikan kondisi baterai ponsel dan powerbank terisi penuh serta selalu menyiapkan uang tunai secukupnya untuk mengantisipasi transaksi darurat.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai wisata, dan destinasi wisata dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.