Pasar Modal

IHSG Melemah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia

IHSG melemah 0,57% ke 6.562,60 pada Rabu pagi, mengikuti pelemahan bursa Asia dan global akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

47 menit yang lalu · 3 mnt baca
IHSG Melemah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada perdagangan Rabu pagi, mengikuti pergerakan bursa Asia dan global. Pelemahan ini dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang turut menekan pasar saham global.

Pada pukul 09.50 WIB, IHSG yang sempat dibuka menguat berbalik turun 37,34 poin atau 0,57% ke posisi 6.562,60. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, ikut tergerus 4,61 poin atau 0,70% ke level 649,80.

"Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang akan menutup gap di 6.705. Jika tidak, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari pasar global, harga minyak mentah tercatat melonjak hampir 5% pada perdagangan Selasa (1/9). Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran.

Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin ke level 4,792%, seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi.

Kondisi pasar tenaga kerja AS pun menunjukkan pelambatan meski secara umum masih tergolong tangguh. Data job openings mencatat lowongan kerja pada Juli 2026 sebanyak 7,27 juta, naik dari 7,18 juta pada Juni 2026, meski masih di bawah proyeksi sebesar 7,33 juta.

Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 diperkirakan mencapai sekitar 68%.

Tekanan jual terhadap obligasi pemerintah AS dan sejumlah pasar obligasi utama lain juga kian intensif pada Selasa (1/9), dipicu kekhawatiran soal inflasi dan beban utang fiskal. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak November 2023, sementara tenor 2 tahun mencapai level tertinggi sejak Juli 2024.

Tren serupa terjadi di sejumlah negara lain. Imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun menembus 3% untuk pertama kalinya sejak Agustus 1996, imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Maret 2011, dan imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juli 2007.

Dari dalam negeri, inflasi domestik tercatat naik menjadi 3,19% secara tahunan pada Agustus 2026, dari sebelumnya 2,88%. Kenaikan ini didorong oleh harga makanan dan transportasi, sementara inflasi inti turut naik ke 2,96% dari 2,76% pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, indeks manufaktur PMI kembali terkontraksi ke level 49,8 pada Agustus 2026, dari 50,2 pada Juli 2026. Meski begitu, posisi ini dinilai masih lebih baik dibandingkan April dan Juni 2026.

Neraca perdagangan justru mencatatkan surplus US$0,13 miliar pada Juli 2026, setelah defisit dua bulan berturut-turut.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6% pada 2027, dengan pertumbuhan investasi yang perlu dipercepat hingga 7%. Target ini menjadi arah utama kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan RAPBN 2027, dengan investasi pemerintah berperan sebagai katalis, sementara sektor swasta didorong menjadi motor utama investasi. Danantara disebut akan berkontribusi pada investasi di sektor strategis dan hilirisasi.

Bursa Eropa kompak melemah pada Selasa (1/9). Euro Stoxx 50 turun 0,81%, FTSE 100 Inggris melemah 0,32%, DAX Jerman terkoreksi 1,10%, dan CAC 40 Prancis turun 0,39%.

Wall Street pun bergerak searah. Indeks S&P 500 melemah 0,71% ke 7.631,47, Nasdaq Composite turun 1,03% ke 26.009,77, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,79% ke 52.766,88.

Sejumlah bursa Asia turut melemah pada perdagangan pagi ini. Nikkei anjlok 2,65% ke 64.456,00, Shanghai turun 0,88% ke 3.944,68, Hang Seng melemah 1,36% ke 24.990,76, Kospi terkoreksi 2,9% ke 6.637,52, dan Strait Times turun tipis 0,09% ke 5.705,60.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai ihsg hari ini, Prediksi IHSG, dan harga minyak dunia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.