Bank Mega Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit lewat KKI Ritel
Bank Mega membidik pertumbuhan transaksi dan nasabah kartu kredit lewat KKI ritel. Perseroan memiliki 1,2 juta kartu dengan volume transaksi Rp20,13 triliun pada 2025

Periskop.id - PT Bank Mega Tbk membidik pertumbuhan transaksi dan nasabah kartu kredit setelah resmi menjadi salah satu bank first mover Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel. Kehadiran KKI dinilai membuka jalur baru bagi Bank Mega untuk memperluas transaksi berbasis kredit melalui QRIS sekaligus memperkuat bisnis yang pada akhir 2025 telah mencakup sekitar 1,2 juta kartu dengan volume transaksi Rp20,13 triliun.
KKI ritel resmi diluncurkan Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada Senin (17/8/2026). Berbeda dengan KKI yang sebelumnya terbatas pada transaksi pemerintah, produk baru tersebut dapat digunakan individu dan korporasi sebagai fasilitas pembayaran kredit yang pemrosesannya dilakukan melalui infrastruktur domestik.
Direktur IT & Operasional Bank Mega YB Hariantono mengatakan posisi Bank Mega sebagai salah satu penerbit awal KKI akan dimanfaatkan untuk meningkatkan sales volume, akuisisi nasabah, serta keterlibatan pengguna dalam ekosistem pembayaran digital.
"Ke depan, Bank Mega berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional, menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi nasabah, sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Bank Mega dan perekonomian Indonesia," kata Direktur IT & Operasional YB Hariantono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Bank Mega menilai KKI dapat melengkapi strategi pembayaran digital perseroan sekaligus memperbesar penetrasi kartu kredit. Perseroan juga telah memiliki fondasi digital melalui aplikasi M-Smile serta layanan Tap to Pay berbasis NFC yang diluncurkan pada 2024.
Bisnis Kartu Kredit Bank Mega Sudah Tumbuh
KKI ritel masuk ketika bisnis kartu kredit Bank Mega menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan Laporan Tahunan Bank Mega 2025, jumlah kartu kredit perseroan mencapai sekitar 1,2 juta kartu. Jumlah nasabah baru kartu kredit juga tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Volume transaksi atau sales volume kartu kredit Bank Mega sepanjang 2025 mencapai Rp20,13 triliun, didukung transaksi online dan offline, baik domestik maupun internasional. Untuk 2026, Bank Mega memang telah menetapkan peningkatan jumlah nasabah, volume transaksi dan pengalaman pengguna sebagai bagian dari strategi bisnis kartu kreditnya.
Kehadiran KKI ritel membuat strategi tersebut memiliki kanal tambahan. Pada tahap pertama, KKI diterbitkan dalam bentuk digital dan belum bergantung pada kartu fisik. Pengguna dapat menjadikannya sebagai sumber dana untuk transaksi melalui QRIS Merchant Presented Mode (MPM), QRIS Customer Presented Mode (CPM), serta QRIS TAP.
“Pada tahap awal, yaitu hari ini 17 Agustus 2026, Kartu Kredit Indonesia diterbitkan dalam bentuk kartu digital sebagai sumber dana transaksi QRIS. Transaksi bisa dilakukan dengan QRIS Scan ataupun QRIS Tap,” kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy.
Selanjutnya, BI akan mengembangkan KKI secara bertahap untuk transaksi online payment dan pembayaran offlinemenggunakan kartu fisik.
Bank Mega Bersaing dengan Enam Bank Lain
Bank Mega bukan satu-satunya bank yang masuk pada tahap awal. BI mencatat terdapat tujuh PJP first mover, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank dan Bank Mega. Bank Syariah Indonesia (BSI) ditempatkan sebagai next mover.
Persaingan tersebut membuat tantangan Bank Mega bukan sekadar menyediakan KKI, tetapi mendorong nasabah benar-benar menjadikannya sebagai instrumen pembayaran sehari-hari.
Bank Mega memiliki salah satu keunggulan berupa ekosistem CT Corp. Laporan tahunan perseroan menyebut bisnis kartu kredit telah terhubung dengan berbagai sektor mulai dari ritel, makanan dan minuman, perjalanan, e-commerce, hiburan hingga program loyalitas MPC Points.
Kombinasi ekosistem tersebut dengan pembayaran QRIS berpotensi memperluas titik transaksi KKI dibandingkan skema kartu kredit yang hanya mengandalkan mesin EDC.
Secara industri, ruang pertumbuhan kartu kredit masih besar. Data BI mencatat 18,74 juta kartu kredit beredar pada akhir 2025, dengan nilai transaksi sepanjang tahun mencapai sekitar Rp469,59 triliun.
KKI Pemerintah Sudah Tumbuh 69,5%
Sebelum masuk ke segmen masyarakat umum, KKI telah lebih dahulu diterapkan untuk belanja pemerintah. Nilai transaksi KKI pemerintah pada triwulan II 2026 mencapai Rp147,8 miliar, tumbuh 69,5% dibandingkan periode sama 2025 sebesar Rp87,2 miliar.
Pengguna aktifnya mencakup 59 kementerian/lembaga atau sekitar 60% dari total kementerian/lembaga serta 296 pemerintah daerah atau sekitar 54% dari total pemda. BI juga masih mengembangkan fitur online payment KKI pemerintah melalui integrasi dengan marketplace dan E-Katalog LKPP.
Pengalaman tersebut kini diperluas ke pasar yang jauh lebih besar, yakni masyarakat dan korporasi.
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan, KKI ritel tidak hanya diarahkan untuk memperluas pilihan pembayaran, tetapi juga membuka akses fasilitas kredit dalam ekosistem digital.
“Kehadiran skema domestik ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk dalam ekosistem digital dan menyediakan alternatif fasilitas kredit untuk menopang konsumsi masyarakat,” kata Destry di Jakarta, Senin.
Perbedaan utama KKI dengan kartu kredit yang menggunakan prinsipal internasional berada pada jalur pemrosesan transaksi. KKI diproses melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional, sedangkan transaksi kartu dengan prinsipal internasional menggunakan skema pemrosesan milik jaringan internasional.
Bagi Bank Mega, model tersebut membuka peluang memperluas transaksi kredit ke ekosistem QRIS sekaligus menambah sumber pertumbuhan baru di luar kartu konvensional. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada seberapa cepat nasabah mengadopsi KKI, kemudahan pengalaman transaksi, serta daya tarik manfaat yang ditawarkan dibandingkan instrumen kredit yang telah tersedia.
Dengan basis 1,2 juta kartu dan volume transaksi Rp20,13 triliun pada 2025, KKI ritel kini menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan Bank Mega untuk mengejar target pertumbuhan nasabah dan transaksi kartu kredit sepanjang 2026.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan Kartu Kredit Indonesia dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.