periskop.id - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp2.018.820.000.000. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 31 Maret 2026. Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp171,95per saham.
"Sesuai dengan keputusan Mata Acara Rapat Kedua, telah diputuskan untuk dilakukan pembayaran dividen tunai dari laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025 sebesar Rp2.018.820.000.000 atau sebesar Rp171,947293 per saham, yang akan dibagikan kepada 11.740.923.365 saham Perseroan," mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/4).
Adapun, jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 9 April 2026, sementara ex-dividen berlaku mulai 10 April 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan dicatat pada 13 April 2026, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 30 April 2026 mendatang.
"Pemegang saham yang berhak untuk mendapatkan saham bonus adalah pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 13 April 2026 (recording date)," lanjut pengumuman yang sama.
Langkah ini sejalan dengan kinerja keuangan Bank Mega yang solid sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp3.364.735.107.371, meningkat 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan laba terutama ditopang oleh peningkatan signifikan pada pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang mencapai Rp2.790.000.000.000, naik dari Rp1.820.000.000.000 pada periode sebelumnya. Pencapaian ini menempatkan Bank Mega dalam jajaran 10 besar perbankan nasional dari sisi laba.
Corporate Secretary Bank Mega, Christiana M. Damanik, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti strategi pertumbuhan yang konsisten, pengelolaan risiko yang prudent, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pemegang saham melalui dividen yang kompetitif.
"Dari sisi neraca, total aset Bank Mega meningkat menjadi Rp140.830.000.000.000, sedangkan penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp67.230.000.000.000, dengan fokus utama pada segmen korporasi," tulis Christiana dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/4).
Selanjutnya, kualitas aset pun terpantau tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang membaik ke level 1,65%. Hingga akhir 2025, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega meningkat menjadi Rp104.130.000.000.000, dengan porsi dana murah (CASA) turut meningkat menjadi Rp28.140.000.000.000.
Di sisi permodalan dan profitabilitas, bank tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 30,49%, loan to deposit ratio (LDR) sekitar 70%, return on assets (ROA) 3,10%, dan return on equity (ROE) 15,54%.
Tinggalkan Komentar
Komentar