Perdagangan

BPS Laporkan Nilai Impor RI Pada Juli Capai US$26,09 Miliar

BPS mencatat impor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,09 miliar, naik 27,02 persen secara tahunan, didorong kenaikan impor nonmigas dan migas.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
BPS Laporkan Nilai Impor RI Pada Juli Capai US$26,09 Miliar
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,09 miliar. Angka tersebut meningkat 27,02 persen dibandingkan dengan Juli 2025 secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, peningkatan impor pada Juli 2026 terutama didorong oleh kenaikan impor nonmigas. Nilai impor nonmigas tercatat sebesar US$22,33 miliar, meningkat 23,83 persen secara tahunan.

Sementara itu, nilai impor migas mencapai US$3,77 miliar atau melonjak 49,91 persen dibandingkan dengan Juli 2025.

"Pada Juli tahun 2026 total nilai impor mencapai US$26,09 miliar atau meningkat 27,02 persen dibandingkan dengan Juli tahun 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (1/9).

Ateng menjelaskan, peningkatan impor nonmigas memberikan andil terbesar terhadap kenaikan total impor Juli 2026, yakni sebesar 20,91 persen.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh kelompok impor mengalami peningkatan secara tahunan. Impor barang konsumsi meningkat 10,50 persen dibandingkan Juli 2025.

Sementara itu, impor bahan baku atau penolong yang menjadi pendorong utama kinerja impor meningkat 32,33 persen. Kenaikan tersebut memberikan andil sebesar 22,31 persen terhadap pertumbuhan total impor. Adapun impor barang modal tumbuh 17,38 persen secara tahunan.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar. Nilai tersebut meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari jumlah tersebut, impor migas tercatat sebesar US$25,77 miliar atau meningkat 40,24 persen. Sementara impor nonmigas mencapai US$137,56 miliar, naik 16,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dilihat berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh kelompok impor mengalami peningkatan sepanjang Januari-Juli 2026.

Impor bahan baku atau penolong menjadi penyumbang utama dengan nilai mencapai US$116,70 miliar, meningkat 20,42 persen secara tahunan dan memberikan andil 14,53 persen terhadap peningkatan total impor.

Kenaikan impor bahan baku atau penolong terutama berasal dari bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta garam, belerang, batu, dan semen.

Sementara itu, berdasarkan komoditas utama nonmigas yang diimpor sepanjang Januari-Juli 2026, tiga komoditas dengan nilai impor terbesar adalah mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik.

Ketiga komoditas tersebut menyumbang 37,88 persen terhadap total impor nonmigas Indonesia.

Nilai impor ketiga komoditas tersebut meningkat, sejalan dengan kenaikan volumenya. Impor mesin dan peralatan mekanik naik 16,31 persen secara nilai dan 9,02 persen secara volume.

Impor mesin dan perlengkapan elektrik meningkat 22,38 persen secara nilai, sementara volumenya melonjak 51,16 persen. Adapun impor plastik dan barang dari plastik tumbuh 21,10 persen secara nilai dengan volume meningkat 14,99 persen.

Berdasarkan negara dan kawasan asal barang, peningkatan impor sepanjang Januari-Juli 2026 terjadi pada impor dari Tiongkok, Australia, kawasan ASEAN, dan Uni Eropa. Sementara itu, impor dari Jepang tercatat mengalami penurunan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ateng Hartono, Badan Pusat Statistik (BPS), dan ekspor-impor dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.