periskop.id - Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin 23 Februari berpeluang menguji level 8.400. Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada kisaran level 8200-8350 pekan ini.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8350,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Senin (23/2). Beberpa saham pilihan Phintraco Sekuritas yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini antara lain MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA dan SMBR.
Pada pekan ini, dijadwalkan akan dirilis data Money Supply M2 (23/2). Selain itu investor masih akan mencermati kelanjutan earning season kuartal IV 2025 serta mengantisipasi aksi korporasi pembagian dividen tahun buku 2025.
Investor juga akan mencermati langkah pemerintah Indonesia menyusul pembatalan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS, namun perjanjian tersebut belum berlaku efektif karena masih memerlukan proses ratifikasi di kedua negara. Selama UU ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan perjanjian tersebut.
“Perkembangan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik. Sentimen positif tambahan datang dari berita bahwa MSCI menyetujui seluruh proposal BEI dan OJK,” tulis riset yang sama.
Meskipun demikian diperkirakan investor tetap mencermati implikasi dari kewajiban 267 emiten yang harus menaikkan free float dari 7,5% menjadi 15%.
Di sisi lain, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi US$2.54 miliar pada kuartal IV 2025 dari US$1,14 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini setara dengan 0,7% dari PDB dan berbalik dari surplus US$4,01 miliar di kuartal III 2025. Hal ini disebabkan oleh lebih rendahnya surplus neraca barang serta peningkatan deficit neraca jasa dan pendapatan primer, di tengah surplus neraca pendapatan sekunder yang melebar.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis pada level 8,271.77 atau turun 0,03% di perdagangan Jumat (20/2), setelah sempat bergerak mixed. Sentimen negatif antara lain berasal dari melemahnya indeks bursa Asia akibat memanasnya tensi AS-Iran, di tengah minimnya faktor positif baru dari domestik.
Sementara Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (20/2), sehingga secara mingguan membukukan kenaikan. Keputusan MA membatalkan tarif resiprokal Presiden Trump disambut positif oleh investor karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS.
“Meskipun belum jelas apakah akan ada pengembalian dana atas tarif yang sudah dibayarkan, Trump membalas dengan mengumumkan tarif global baru sebesar 10% melalui perintah eksekutif dan kemudian menyatakan akan menaikkan menjadi 15%,” tulis Phintraco Sekuritas.
Sementara itu data PDB AS melambat menjadi 1.4% di kuartal IV 2025 dari 4,4% di kuartal III 2025, serta yang paling rendah sejak kuartal I 2025, akibat adanya government shutdown. Sedangkan indeks PCE prices naik menjadi 2,9% YoY di Desember 2025 dari 2,8% di November 2025.
Tinggalkan Komentar
Komentar