IHSG Diprediksi Sideways, Efek Pencalonan Destry Damayanti Terbatas
IHSG diproyeksi bergerak sideways meski pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI sempat menopang rupiah, tapi tak cukup kuat mengangkat indeks.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Proyeksi ini muncul usai indeks ditutup melemah 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8).
Phintraco Sekuritas mencatat, pelemahan itu terjadi meski pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden sempat mendorong penguatan rupiah. Sayangnya, sentimen positif tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengangkat kinerja indeks saham hingga penutupan perdagangan.
"Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan, meskipun berhasil memicu penguatan rupiah," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset harian yang dipublikasikan, Selasa (11/8).
Selain sentimen dari sisi pencalonan pejabat bank sentral, Phintraco juga menyoroti sejumlah sinyal teknikal yang perlu dicermati pelaku pasar dari pergerakan IHSG belakangan ini.
Indikator Stochastic RSI disebut membentuk death cross di area overbought. Kondisi ini kerap jadi sinyal potensi pembalikan arah harga dalam jangka pendek.
Di sisi lain, histogram positif pada indikator MACD mulai mengalami penyempitan. Fenomena ini oleh Phintraco dianggap sebagai tanda momentum penguatan indeks mulai melemah.
Kombinasi kedua sinyal itu, menurut Phintraco, menjadi alasan utama mengapa IHSG diproyeksikan bergerak datar pada perdagangan berikutnya, bukan melanjutkan tren penguatan.
Pada perdagangan Senin, IHSG sempat bergerak menguat di sesi awal perdagangan. Namun tekanan jual di akhir sesi membuat indeks berbalik arah dan ditutup di zona merah.
Sementara itu, kabar pencalonan Destry Damayanti tercatat memberi dampak berbeda ke pasar valuta asing. Rupiah sempat menguat merespons kepastian nama calon tunggal pengganti pucuk pimpinan BI tersebut.
"Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan, meskipun berhasil memicu penguatan rupiah," tulis Phintraco dalam risetnya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), Prediksi IHSG, dan ihsg hari ini dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.