periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa 5 Mei 2026 diperkirakan bergerak konsolidasi. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold. Namun pembentukan histogram negatif MACD masih berlanjut meskipun dengan laju yang mulai melemah.
“Dengan demikian, IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran level 6.900-7.100,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Selasa (5/5). Beberapa saham yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini antara lain INDF, MAPI, AMRT, PGEO dan JPFA.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 6,971.95, naik tipis 0,22% pada perdagangan Senin (4/5), setelah sempat bergerak sideways.
Beberapa data penting yang baru dirilis, antara lain Indeks PMI Manufacturing Indonesia memasuki area kontraksi di bulan April 2026 dengan turun ke level 49.1 dari 50.1 di Maret 2026. Ini merupakan level terendah sejak Juni 2025.
“Penurunan ini disinyalir sebagai dampak dari konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan,” tulis riset yang sama.
Sementara itu surplus neraca perdagangan juga mengalami penurunan menjadi US$3.32 miliar di Maret 2026 dibandingkan dengan US$4,33 miliar di Maret 2025, akibat penurunan ekspor sebesar 3,1% YoY dan impor naik 1,51% YoY. Namun surplus tersebut membaik jika dibandingkan dengan surplus Februari 2026 yang sebesar US$1,28 miliar, meskipun di bawah estimasi yang sebesar US$4,2 miliar.
Inflasi tahunan melambat di level 2,4% YoY pada April 2026 dari 3,48% YoY di Maret 2026, yang merupakan level terendah sejak Agustus 2025. Penurunan ini terutama karena perlambatan kenaikan harga pangan dan perumahan.
“Selanjutnya investor akan menantikan data PDB kuartal I 2026 yang diperkirakan kontraksi 0,7% QoQ dari pertumbuhan 0,86% QoQ di kuartal IV 2025 dan tumbuh 5,6% YoY dari 5,39% YoY di kuartal IV 2025 (5/5)," kata Tim Riset Phintraco Sekuritas.
Sementara itu diberitakan Pemerintah akan segera memberlakukan bea keluar dan windfall tax untuk komoditas nikel dalam rangka menutup biaya subsidi BBM.
Tinggalkan Komentar
Komentar