periskop.id - Indeks Harg Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis 7 Mei 2026 diperkirakan lanjutkan penguatan. Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas MA5, yang diikuti oleh penyempitan histogram negatif pada MACD serta Stochastic RSI yang bergerak naik dari area oversold.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7150-7200,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Kamis (7/5).

Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain HRTA, PSAB, OASA, TOBA dan ESSA.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 7092.467 atau naik 0,50% pada perdagangan Rabu (6/5). Beberapa sentimen yang mengiringi laju IHSG di antaranya, pemerintah siapkan rencana untuk menerbitkan instrumen utang dalam mata uang Yuan di Tiongkok, atau dikenal sebagai Panda Bonds. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional. 

“Dengan rencana penerbitan ini, diharapkan Pemerintah Indonesia tidak hanya tergantung pada pembiayaan Dolar AS, sekaligus berpotensi mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih rendah.,” tulis riset yang sama.

Pemerintah juga merevisi aturan Devisa Hasil Ekspor SDA  yang mewajibkan eksportir menempatkan dana hasil ekspor ke bank Himbara serta mengkonversi maksimal 50% ke Rupiah, yang berlaku mulai 1 Juni 2026.

Pemerintah bersiap memberikan intensif subsidi untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada awal Juni 2026 mendatang. Dengan subsidi ini, selain dapat mendorong kenaikan daya beli masyarakat dalam pembelian KBLBB, diharapkan juga akan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Skema kuota subsidi ini akan dirilis secara bertahap. Pemerintah akan mengalokasikan kuota sebanyak 100 ribu unit kendaraan pada tahap awal.