Aleksander Ceferin Tak Tertarik Lawan Gianni Infantino dalam Pemilihan Presiden FIFA
Presiden UEFA Aleksander Ceferin memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Ia memprediksi Infantino bakal menghadapi penantang baru.

Periskop.id - Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan diri untuk posisi Presiden FIFA pada Kongres FIFA mendatang.
Meski menepi, Pria berusia 57 tahun tersebut memperkirakan bakal muncul sosok penantang Gianni Infantino yang siap bertarung memperebutkan kepemimpinan FIFA.
"Saya tidak tertarik karena dua alasan. Alasan pertama adalah saya mencintai UEFA dan saya senang bekerja di sini, dan saya pikir pada titik tertentu, sudah waktunya untuk menikmati hidup sedikit," kata Ceferin di podcast Rest is Politics, Selasa (25/8).
Keinginan Ceferin untuk memelihara integritas organisasi juga menjadi alasan kuat di balik keputusan tersebut.
Ia menilai integritas dirinya akan jauh lebih terjaga jika tidak mengejar jabatan tertinggi di lembaga sepak bola dunia itu.
"Poin kedua adalah, kredibilitas saya jauh, jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik dengan posisi tersebut," tutur Ceferin.
Sikap tegas pimpinan sepak bola Eropa tersebut turut menyoroti makin menipisnya basis dukungan untuk pimpinan FIFA saat ini. Ia menilai penolakan publik telah meluas hingga ke tingkat akar rumput dan para pelaku olahraga.
Ia memperkirakan pimpinan FIFA asal Swiss berusia 56 tahun itu akan mundur sendiri atau dipaksa bersaing ketat dengan kandidat lain.
Hilangnya simpati dinilai tidak hanya terjadi di level birokrasi, tetapi juga di antara para atlet serta pemangku kepentingan lainnya.
"Salah satu kemungkinannya adalah dia menyadari bahwa dia tidak mendapat dukungan, dan itu bukan hanya dukungan politik dari mereka yang memberikan suara, tetapi juga dukungan politik dari komunitas sepak bola, dukungan politik dari para penggemar, dukungan politik dari para pemain, mantan pemain, dan pelatih," katanya.
Opsi persaingan terbuka diyakini bakal tetap tercipta apabila pimpinan petahana memutuskan bertarung kembali. Ia menegaskan kandidat alternatif diprediksi muncul untuk menantang kepemimpinan tersebut secara langsung.
"Dan pilihan kedua adalah dia maju ke pemilihan umum pada bulan Maret, tetapi dalam hal itu, saya pikir dia akan memiliki kandidat yang melawannya. Saya belum tahu siapa," tutup Ceferin.
Gelombang penolakan terhadap Gianni Infantino berawal dari rencananya menjual saham kompetisi FIFA kepada investor swasta. Rencana tersebut dibatalkan setelah memicu penentangan meluas dari berbagai federasi.
UEFA menjadi pihak terdepan yang menolak keras kebijakan tersebut hingga mengancam boikot Piala Dunia. Menyusul boikot itu, federasi sepak bola Eropa secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai FIFA, UEFA, dan Gianni Infantino dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.