Slow Mode

Mager Saat PMS Itu Wajar, Ini Cara Tetap Nyaman Tanpa Rasa Bersalah

Mager saat PMS itu wajar dan bukan tanda malas. Kenali penyebabnya serta cara tetap nyaman tanpa merasa bersalah.

6 hari yang lalu · 3 mnt baca
Mager Saat PMS Itu Wajar, Ini Cara Tetap Nyaman Tanpa Rasa Bersalah
Ilustrasi - Mager saat PMS. Envato/nenetus.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pernahkah sih kamu mengalami hari-hari di mana tubuh rasanya berat banget buat diajak beraktivitas? 

Baru bangun tidur saja sudah merasa lelah, mood gampang naik-turun, pinggang pegal, perut terasa penuh dan kembung, kepala agak nyut-nyutan, sampai rasanya cuma ingin rebahan seharian sambil memeluk bantal kesayangan.

Lalu, tiba-tiba muncul rasa bersalah karena merasa tak produktif dan tertinggal banyak hal. Padahal, kalau ditarik garis merahnya, bisa jadi tubuh kamu memang sedang memasuki fase premenstrual syndrome atau yang biasa kita kenal dengan sebutan PMS.

Rasa malas bergerak alias mager saat PMS itu sebenarnya sangat wajar terjadi. Kondisi ini bukan menandakan kamu seorang yang malas, lemah, atau terlalu dramatis. PMS memang secara biologis membawa serangkaian perubahan fisik dan emosional yang cukup signifikan menjelang datangnya masa menstruasi.

Sebab Mager saat PMS

Kondisi fisik dan emosional yang menurun menjelang haid ini punya penjelasan medis yang sangat jelas. Mengutip dari Mayo Clinic, gejala PMS memang mencakup rasa kelelahan yang hebat, nyeri pada otot atau sendi, sakit kepala, perut kembung, nyeri pada area payudara, perubahan nafsu makan, suasana hati yang naik-turun, hingga rasa yang membuat kita jadi lebih mudah tersinggung.

Jadi, kalau beberapa hari sebelum menstruasi kamu merasa ingin mengurangi kadar aktivitas, ingin tidur lebih lama, atau tak seenergik biasanya, itu bukanlah sesuatu yang harus kamu lawan habis-habisan. Kadang-kadang, tubuh kita memang sedang mengirimkan sinyal jujur agar kita bisa bersikap lebih lembut dan penuh empati pada diri sendiri.

Lebih lanjut, Office on Women’s Health juga menjelaskan bahwa gejala PMS dapat berupa rasa lelah yang intens, gangguan tidur, perubahan pola makan, sulit berkonsentrasi, rasa tegang, cemas, mood swing, hingga menurunnya minat terhadap aktivitas harian yang biasanya kita sukai.

Itulah alasannya kenapa rasa mager saat PMS sering kali terasa seperti satu paket lengkap. Bukan cuma tubuh fisik yang merasa capek, tapi pikiran juga rasanya berjalan lebih lambat dari biasanya. 

Tak cuma ingin rebahan, kadang-kadang ada keinginan kuat untuk menjauh sejenak dari tumpukan pesan chat, urusan pekerjaan, keramaian, dan semua hal yang menuntut respons cepat dari kita.

Langkah Kecil Menghadapi Hari-Hari Mager Saat PMS

Kalau kamu sedang berada di fase PMS dan rasanya mager banget, kamu bisa memulainya dari langkah-langkah kecil. 

Kamu tak perlu langsung membuat perubahan atau pemaksaan yang besar. Tubuh perempuan yang sedang sensitif pada fase ini biasanya akan jauh lebih nyaman jika diajak berjalan pelan-pelan.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar tetap nyaman tanpa harus merasa bersalah:

  • Turunkan Standar Produktivitas Sejenak
    Pahami bahwa tak semua hari dalam sebulan harus dipenuhi dengan pencapaian yang megah. Ada hari di mana kita bisa menyelesaikan banyak hal sekaligus, tapi ada juga hari yang dikhususkan untuk menjaga sisa energi agar tidak habis total. 

    Jika pekerjaan memang menumpuk dan harus segera diselesaikan, pilihlah prioritas yang paling penting dan mendesak terlebih dahulu.
  • Tetap Gerakkan Tubuh Secara Perlahan
    Melakukan aktivitas fisik ringan atau olahraga aerobik sekitar 30 menit pada sebagian besar hari dalam seminggu sangat membantu menjaga kesehatan umum, sekaligus meredakan gejala kelelahan dan mood yang menurun. 

    Namun, selalu sesuaikan dengan kondisi tubuhmu. Jalan kaki santai di sekitar rumah atau stretching tipis-tipis jauh lebih baik ketimbang memaksakan latihan beban yang berat saat tubuh benar-benar tidak sanggup.
  • Kelola Stres dan Luapkan Waktu Istirahat
    Cobalah untuk mengurangi beban pikiran dan stres sebisa mungkin. Pastikan kamu mendapat waktu tidur yang cukup. Kamu juga bisa mencoba relaksasi otot progresif, latihan napas dalam, meditasi, atau gerakan yoga sederhana. 

    Cara-cara lembut ini sangat efektif untuk membantu meredakan sakit kepala, mengurangi rasa cemas, serta mengatasi gangguan tidur selama masa PMS.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Premenstrual Syndrome (PMS) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.