periskop.id – Sebuah laporan mengungkapkan bahwa setiap perangkat HP Android memiliki batas umur pakai yang ditentukan oleh masa dukungan dari produsennya.
Pengguna sering keliru mengira perangkat dapat berfungsi tanpa batas waktu selama sistem operasi masih menyala normal.
Mengutip laman Mirror, masa dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan yang diberikan pabrikan menjadi tolok ukur utama dari umur pakai gawai tersebut.
Ketika masa dukungan resmi berakhir, tingkat risiko penggunaan ponsel pintar dipastikan bakal meningkat tajam.
Meskipun masih bisa dipakai untuk menelepon, mengirim pesan, atau menjalankan aplikasi tertentu, HP yang tidak lagi menerima pembaruan penting menjadi lebih rentan terhadap celah keamanan dan ancaman siber.
Adapun durasi pembaruan yang diberikan oleh para produsen sangat bervariasi bergantung pada merek dan model gawai.
Beberapa perangkat kelas atas bahkan mendapatkan pembaruan hingga 7 tahun, sedangkan model lainnya dibatasi hanya 3 sampai 4 tahun.
Perbedaan kebijakan tersebut jamak ditemukan karena pasar Android yang sangat luas dan memiliki beragam produsen.
Sebagai contoh, seri Galaxy S26 dan Google Pixel generasi terbaru dijamin memperoleh pembaruan Android serta keamanan hingga 7 tahun penuh.
Di sisi lain, gawai kelas menengah seperti Galaxy A generasi lama disebut hanya mendapatkan masa dukungan sekitar 4 tahun.
Bahkan, sejumlah produsen ponsel pintar seperti Xiaomi dan Motorola meluncurkan beberapa gawai yang hanya menerima pembaruan selama 3 tahun.
Durasi umur gawai tersebut dikontrol oleh dua jenis pembaruan utama, yaitu pembaruan versi Android dan pembaruan keamanan.
Google meluncurkan pembaruan versi Android setiap tahun untuk menghadirkan aneka fitur anyar, optimalisasi performa, dan transformasi sistem operasi.
Apabila gawai berhenti menerima pembaruan versi Android, aplikasi mutakhir berpotensi tidak lagi kompatibel sehingga mengganggu pengalaman digital pengguna.
Sementara itu, pembaruan keamanan dirilis sepanjang tahun untuk menambal celah digital, membasmi bug, dan memproteksi sistem dari serangan eksternal.
Pemanfaatan gawai yang sudah tidak didukung sangat berbahaya untuk aktivitas krusial seperti perbankan online, belanja daring, mengakses email, hingga menyimpan kata sandi. Malware dapat dengan mudah mengeksploitasi celah keamanan yang tidak ditambal demi menguras data pribadi.
Untuk mengantisipasi bahaya siber, pengguna disarankan memeriksa sisa umur pakai gawai secara berkala.
Pengecekan model perangkat dapat dilakukan via menu pengaturan, lalu pengguna bisa melacak masa dukungan Android Updates dan Security Updates lewat situs endoflife.date.
Langkah preventif ini dinilai penting agar pengguna mengetahui waktu yang tepat untuk beralih ke gawai yang lebih baru.
Meskipun masa dukungan berakhir tidak membuat ponsel mati seketika, proteksi keamanan data dipastikan bakal lenyap.
Selama perangkat masih menerima pembaruan Android dan keamanan, perlindungan terhadap berbagai ancaman akan tetap terjaga.
Tanpa pembaruan tersebut, perangkat akan semakin rentan terhadap serangan, meskipun dari luar masih terlihat berfungsi secara normal.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar