Periskop.id - Keamanan siber kini berada dalam kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Seiring dengan masifnya proses digitalisasi di berbagai sektor kehidupan, ancaman terhadap perlindungan informasi pribadi masyarakat juga terus mengintai.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Surfshark, tercatat jutaan akun pengguna internet di kawasan ASEAN telah menjadi korban kejahatan siber sepanjang 2025.
Vietnam diketahui menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah kasus kebocoran data paling tinggi di kawasan ASEAN sepanjang 2025.
Angka yang dicatatkan oleh negara ini terbilang sangat fantastis dan mengkhawatirkan, yaitu menyentuh angka 6,88 juta akun yang berhasil dieksploitasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Kondisi yang tidak kalah genting juga membayangi Indonesia yang secara resmi menempati peringkat kedua di ASEAN dengan 3,32 juta akun terdampak.
Berada di tiga besar dalam daftar tersebut, Thailand mencatatkan jumlah akun yang terekspos sebanyak 1,89 juta akun.
Statistik Kasus Kebocoran Data di Kawasan ASEAN 2025
Untuk memberikan gambaran yang lebih terperinci dan runut mengenai peta sebaran kejahatan siber di Asia Tenggara, berikut adalah data jumlah akun yang mengalami kebocoran data tiap negara:
| Peringkat | Negara | Jumlah Akun yang Bocor |
| 1 | Vietnam | 6.885.966 |
| 2 | Indonesia | 3.316.046 |
| 3 | Thailand | 1.890.583 |
| 4 | Filipina | 1.416.482 |
| 5 | Singapura | 638.018 |
| 6 | Malaysia | 618.832 |
| 7 | Myanmar | 55.744 |
| 8 | Laos | 48.056 |
| 9 | Kamboja | 45.988 |
| 10 | Brunei Darussalam | 12.623 |
| 11 | Timor Leste | 8.403 |
Tinggalkan Komentar
Komentar