periskop.id – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyoroti ironi keamanan siber di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah data pelamar kerja di situs resmi lembaga tersebut terekspos ke publik. Kebocoran ini dinilai fatal karena terjadi di institusi yang memegang mandat perlindungan data pribadi masyarakat.

"Kalau di jantungnya saja, di rumahnya yang kita harapkan bisa memberikan perlindungan buat kita semua, tapi malah kok terjadi kebocoran data seperti ini," kritiknya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Ruang Digital di Senayan, Jakarta, 4 Februari.

Politisi Partai Golkar ini merujuk pada unggahan viral di media sosial terkait temuan celah keamanan pada laman rekrutmen Komdigi. Seorang pengguna internet bernama Abil Sudarman membongkar fakta seluruh data pelamar bisa diakses bebas oleh publik.

Nurul menilai insiden ini sebagai teguran keras bagi Komdigi. Masyarakat berharap kementerian teknis ini menjadi benteng keamanan digital, bukan justru mengalami kebobolan di sistem internalnya sendiri.

"Saya kira ini satu teguran yang buat saya sangat keras sekali, sungguh-sungguh Pak. Jadi terjadinya di dalam rumah yang kita harapkan bisa memberikan perlindungan," tegasnya.

Kasus ini memicu pertanyaan besar mengenai kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Komdigi. Keamanan data internal seharusnya menjadi prioritas mutlak sebelum melakukan pengawasan terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lain.

Serangan siber terhadap individu yang mengungkap celah keamanan tersebut juga menjadi perhatian DPR. Nurul menyayangkan pelapor justru mengalami peretasan, bukannya mendapat apresiasi atas temuan celah keamanan itu.

Merespons kritik tersebut, Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menerima masukan DPR sebagai bahan evaluasi mendalam. Pihaknya mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar keamanan dan kompetensi tim internal.

"Kami paham betul apa yang disampaikan oleh Bu Nurul. Bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan dan perbaikan bisnis proses yang terkait," jelas Ismail.

Inspektorat Jenderal (Irjen) Komdigi saat ini telah turun tangan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap prosedur keamanan data. Langkah ini diambil untuk memastikan standar operasional berjalan sesuai aturan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Evaluasi internal juga mencakup perbaikan prosedur rekrutmen dan pengelolaan data sensitif. Ismail berkomitmen membenahi sistem agar kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas ruang digital ini tetap terjaga.