iklan periskop
Teknologi

Salim Group Bawa Nintendo Resmi ke Indonesia, Bidik Pasar Gim US$2 Miliar

Salim Group melalui PT Nusantara Interactive Niaga menjadi distributor resmi Nintendo di Indonesia. Switch dan Switch 2 akan resmi dipasarkan mulai Desember 2026

22 jam yang lalu · 5 mnt baca
Nintendo
Salim Group memperluas portofolio bisnisnya ke pasar konsol gim dengan menjadi mitra distribusi resmi Nintendo di Indonesia melalui PT Nusantara Interactive Niaga. dok. Periskop.id/ AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Salim Group memperluas portofolio bisnisnya ke pasar konsol gim dengan menjadi mitra distribusi resmi Nintendo di Indonesia melalui PT Nusantara Interactive Niaga. Langkah tersebut menyasar pasar gim nasional yang bernilai sekitar US$2 miliar per tahun dengan basis lebih dari 150 juta gamer aktif.

Ekspansi itu sekaligus menjadi bagian dari penguatan kehadiran resmi Nintendo di Tanah Air. Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 dijadwalkan mulai dipasarkan secara resmi di Indonesia pada Desember 2026 di bawah arahan Nintendo Singapore bersama PT Nusantara Interactive Niaga.

Executive Director Salim Group Axton Salim mengatakan, kehadiran Nintendo membuka peluang untuk menghubungkan perusahaan dengan basis penggemar dan komunitas gim yang selama ini telah berkembang di Indonesia.

"Kami sangat bangga dan antusias akhirnya bisa membawa Nintendo secara resmi ke Indonesia. Kami ingin menyambungkan energi dari komunitas gamer dan para fans Nintendo yang luar biasa di Indonesia," kata Axton dalam peluncuran resmi Nintendo di Jakarta, Selasa (11/8).

Bagi Salim Group, bisnis tersebut tidak berhenti pada penjualan konsol. Perusahaan menyiapkan ekosistem yang mencakup distribusi perangkat dan gim, jaringan ritel, area demonstrasi produk, merchandise, layanan konsumen hingga pusat perbaikan resmi.

Switch dan Switch 2 Resmi Masuk Desember

Dalam Nintendo Business Conference di Jakarta, Executive Officer Nintendo Co., Ltd. Juro Takeuchi memastikan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 akan tersedia secara resmi di Indonesia mulai Desember 2026. Sejumlah gim seperti Mario Kart World, The Legend of Zelda: Breath of the Wild hingga berbagai judul Pokémon turut diperkenalkan dalam acara tersebut.

Untuk pasar Indonesia, PT Nusantara Interactive Niaga akan menjadi distributor lokal produk Nintendo. Produk yang masuk melalui jalur tersebut nantinya dilengkapi stiker distribusi resmi sebagai penanda keaslian sekaligus akses terhadap dukungan purnajual.

Axton mengatakan strategi perusahaan diarahkan untuk memberikan pengalaman konsumen yang lebih lengkap, mulai dari tahap pembelian hingga layanan setelah produk digunakan.

"Sebagai distributor resmi, kami bekerja sama dengan Nintendo untuk membangun ekosistem yang komprehensif. Mulai dari pemasaran, penjualan, hingga purna jualan. Kehadiran customer service dan repair center resmi di Indonesia adalah bukti nyata bahwa kenyamanan dan kekuasaan pengguna Nintendo adalah prioritas untuk kami," katanya.

Keberadaan pusat perbaikan resmi menjadi salah satu faktor penting karena selama ini konsumen Indonesia telah dapat memperoleh produk Nintendo melalui berbagai penjual, tetapi dukungan resmi lokal belum selengkap pasar Nintendo lainnya di kawasan. Harga resmi Nintendo Switch maupun Nintendo Switch 2 untuk peluncuran Desember juga belum diumumkan.

Pasar Gim Indonesia Tembus US$2 Miliar

Masuknya Salim Group ke segmen konsol berlangsung ketika industri gim Indonesia terus tumbuh. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat nilai industri gim global mencapai sekitar US$188 miliar pada 2023, dengan Indonesia menyumbang sekitar US$2 miliar. 

Pemerintah juga menyebut Indonesia memiliki sekitar 150 juta gamer aktif, menjadikannya pasar yang sangat besar sekaligus menyediakan basis bagi pertumbuhan pengembang dan ekosistem gim domestik.

Data terbaru Kementerian Ekraf menunjukkan subsektor aplikasi dan gim juga tumbuh 18,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah kini mendorong agar besarnya pasar tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai konsumen produk asing, tetapi juga membuka jalan bagi karya pengembang lokal untuk masuk ke pasar internasional.

“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi. Pendekatan yang dibutuhkan yaitu melalui kolaborasi Pemerintah dan stakeholder dalam mengakselerasi dan mengkomersialisasi dengan baik sehingga semakin banyak gim-gim Indonesia yang masuk ke pasar global,” ungkap Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Besarnya pasar tersebut berarti peluang bisnis dari kehadiran Nintendo tidak terbatas pada penjualan konsol. Rantai ekonominya dapat mencakup gim fisik dan digital, aksesori, merchandise, layanan perbaikan, distribusi ritel, kegiatan komunitas hingga berbagai aktivitas pemasaran berbasis kekayaan intelektual.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar sebelumnya juga menegaskan, pemerintah ingin posisi Indonesia berkembang lebih jauh dari sekadar pasar.

"Indonesia bukan hanya pasar. Indonesia adalah tempat di mana permainan hebat dibangun dengan pemain esports yang hebat. Oleh karena itu saya berharap Coda akan mendukung inisiatif ini. Dalam waktu sangat singkat kita akan melihat bagaimana kita bisa menaklukkan dunia dengan permainan-permainan yang membuat semua orang lebih bahagia," ujar Irene saat kerja sama Kementerian Ekraf dengan Coda Indonesia pada Juni 2026.

Nintendo Punya Basis Konsol Raksasa

Dari sisi global, Nintendo membawa basis pengguna yang sangat besar. Data resmi perusahaan per 30 Juni 2026mencatat penjualan kumulatif Nintendo Switch telah mencapai 156,59 juta unit, sementara Nintendo Switch 2 yang diluncurkan pada Juni 2025 sudah terjual 23,68 juta unit.

Penjualan perangkat lunak Nintendo Switch secara global juga telah menembus sekitar 1,56 miliar kopi, sedangkan perangkat lunak Switch 2 mencapai 58,17 juta kopi. Angka tersebut menunjukkan nilai bisnis Nintendo tidak hanya berasal dari perangkat keras, tetapi juga ekosistem gim yang terus menghasilkan transaksi sepanjang masa penggunaan konsol.

Masuknya Nintendo juga bukan langkah pertama Salim Group bersentuhan dengan industri gim dan kekayaan intelektual Jepang. Pada 2019, grup tersebut melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang telah bekerja sama dengan The Pokémon Company untuk menghadirkan Pokémon Trading Card Game berbahasa Indonesia.

Kini, cakupan bisnis tersebut diperluas ke pasar konsol melalui Nintendo. Kehadiran distribusi, jaringan ritel, layanan konsumen dan pusat perbaikan resmi membuat Salim Group tidak sekadar menjual perangkat, melainkan mencoba membangun rantai bisnis Nintendo secara lebih lengkap di Indonesia.

Axton berharap kehadiran tersebut dapat memperkuat ekosistem gim konsol sekaligus memberikan kepastian lebih besar kepada konsumen mengenai produk dan layanan resmi. Di sisi lain, besarnya basis gamer Indonesia membuat masuknya Nintendo menjadi indikator bahwa pasar domestik semakin menarik bagi perusahaan gim global.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Grup Salim, Nintendo, dan Industri gim dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.