Ask Maps Resmi Hadir di Indonesia, Gemini Bisa Bantu Rencanakan Perjalanan
Google resmi menghadirkan Ask Maps di Indonesia. Fitur berbasis Gemini ini bisa memberi rekomendasi tempat, informasi transportasi real-time, dan merencanakan perjalanan

Periskop.id - Google resmi menghadirkan Ask Maps untuk pengguna Google Maps di Indonesia. Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) Gemini tersebut memungkinkan pengguna mencari tempat, menyusun rencana perjalanan hingga mendapatkan informasi transportasi secara percakapan, tanpa harus memasukkan kata kunci satu per satu seperti pada pencarian konvensional.
Ask Maps mulai tersedia di Indonesia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Google menyatakan dukungan terhadap berbagai bahasa lokal akan ditambahkan secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang. Indonesia menjadi bagian dari perluasan layanan Ask Maps yang kini tersedia dalam bahasa Inggris di lebih dari 150 negara dan wilayah.
Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks. Misalnya meminta rekomendasi kafe tenang untuk berbincang, menyusun rute touring motor selama tiga jam dengan pemandangan menarik, mencari aktivitas di sekitar hotel, atau menentukan tempat yang bisa dikunjungi sebelum jadwal penerbangan.
Ask Maps tidak hanya menampilkan daftar tempat. Gemini dapat memahami konteks pertanyaan, membandingkan pilihan, lalu menyajikan rekomendasi dalam bentuk percakapan sekaligus peta yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Google pertama kali memperkenalkan Ask Maps pada Maret 2026 sebagai bagian dari transformasi besar Google Maps berbasis Gemini.
VP & GM Google Maps Miriam Daniel mengatakan integrasi Gemini mengubah fungsi peta dari sekadar alat pencarian lokasi menjadi layanan yang dapat menjawab pertanyaan dunia nyata secara lebih kontekstual.
“Today, Google Maps is fundamentally changing what a map can do,” kata Miriam saat memperkenalkan Ask Maps pada Maret 2026.
Bisa Tanya Jadwal Transportasi hingga Kondisi Jalan
Salah satu kemampuan utama Ask Maps yang dibawa ke Indonesia adalah akses terhadap informasi real-time.
Google memberi contoh pengguna dapat bertanya bagaimana perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kota Tua Jakarta sekaligus menanyakan jadwal kereta berikutnya. Ask Maps kemudian dapat menampilkan berbagai pilihan transportasi dalam satu tampilan dan memberikan pemberitahuan apabila terdapat keterlambatan.
Fitur tersebut juga menyediakan informasi langsung untuk bus, kereta, MRT, hingga moda transportasi lainnya melalui live transit board. The Verge mencatat pembaruan Ask Maps secara global turut menghadirkan informasi keterlambatan bus, kereta, kereta bawah tanah, dan feri.
Untuk pengguna kendaraan pribadi, Ask Maps dapat memberikan informasi tentang gangguan perjalanan seperti kecelakaan atau pekerjaan jalan. Pengguna juga dapat menanyakan seberapa ramai sebuah tempat secara aktual untuk menentukan waktu kunjungan.
Kemampuan tersebut memanfaatkan skala data Google Maps yang besar. Google menyebut Ask Maps menganalisis informasi dari lebih dari 300 juta tempat di seluruh dunia, termasuk ulasan yang berasal dari komunitas beranggotakan lebih dari 500 juta kontributor.
Google Maps juga memproses lebih dari 5 juta pembaruan kondisi lalu lintas setiap detik secara global serta menerima lebih dari 10 juta kontribusi dari pengemudi setiap hari mengenai kondisi seperti kemacetan, kecelakaan, dan perubahan jalan.
Terhubung ke Gmail lewat Personal Intelligence
Fitur lain yang membuat Ask Maps berbeda adalah Personal Intelligence. Dengan persetujuan pengguna, Ask Maps dapat terhubung dengan Gmail untuk membaca konteks perjalanan seperti reservasi hotel, penerbangan, atau jadwal makan malam.
Misalnya, pengguna yang sedang bepergian dapat menanyakan aktivitas yang tersedia di sekitar hotel sebelum penerbangan keesokan hari. Ask Maps dapat mengenali lokasi hotel dari bukti reservasi di Gmail, kemudian memberikan rekomendasi tempat sekaligus memperkirakan waktu yang tepat untuk berangkat menuju bandara.
Google mengatakan koneksi Personal Intelligence ke Gmail tidak aktif secara otomatis. Pengguna harus memilih sendiri apakah ingin menghubungkan akun tersebut. Dukungan untuk aplikasi Google lainnya seperti Calendar juga dipersiapkan menyusul.
Pengguna juga dapat mengaktifkan riwayat percakapan sehingga Ask Maps mengingat perencanaan sebelumnya. Contohnya, setelah sebelumnya menyusun perjalanan ke Bali Zoo, pengguna dapat kembali bertanya mengenai tempat berikutnya yang cocok dikunjungi tanpa harus mengulang seluruh konteks percakapan.
Google Maps Makin Mirip Asisten Perjalanan AI
Kehadiran Ask Maps menjadi bagian dari perubahan Google Maps yang semakin mengandalkan AI generatif.
Saat diluncurkan secara terbatas di Amerika Serikat dan India pada Maret lalu, Google menggambarkan Ask Maps sebagai fitur yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan yang sebelumnya membutuhkan pencarian dan pembacaan banyak ulasan secara manual.
Pengguna dapat bertanya dengan parameter yang sangat spesifik, misalnya mencari restoran dengan suasana tertentu, lokasi yang nyaman bagi beberapa orang dari titik keberangkatan berbeda, hingga fasilitas olahraga yang buka pada waktu tertentu. Gemini kemudian mengolah data Maps dan menampilkannya sebagai rekomendasi.
Pada pembaruan Agustus, kemampuan Ask Maps bahkan semakin agentic. Di Amerika Serikat, Google mulai menguji kemampuan untuk mencari makanan sesuai kebutuhan pengguna dan memasukkannya langsung ke keranjang pemesanan, serta mencari hotel dan acara berdasarkan harga, lokasi, fasilitas, dan preferensi tertentu. Fitur transaksional tersebut belum seluruhnya tersedia di Indonesia.
The Verge menyebut Ask Maps kini tidak hanya menjadi chatbot di dalam peta, tetapi perlahan bergerak menuju asisten yang dapat melakukan beberapa langkah sekaligus berdasarkan kebutuhan pengguna.
Tetap Perlu Cek Ulang Rekomendasi AI
Meski semakin canggih, rekomendasi berbasis Gemini tetap perlu diperiksa pengguna.
Dalam pengujian The Verge pada April 2026, Ask Maps dinilai cukup baik ketika diminta menyusun perjalanan sehari menggunakan transportasi publik dan mencari restoran atau kafe. Namun, dalam satu kasus, Gemini memberikan informasi lokasi sebuah toko buku yang keliru dan menyebut tempat tersebut hanya berjarak satu blok dari lokasi sebenarnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan AI dapat mempermudah penyaringan informasi dalam kumpulan data Google Maps yang sangat besar, tetapi tetap memiliki kemungkinan menghasilkan jawaban yang tidak tepat.
The Verge menyimpulkan kekuatan Ask Maps pada akhirnya tetap bergantung pada informasi yang berasal dari manusia, seperti ulasan dan rekomendasi komunitas, sementara Gemini berperan membantu pengguna mengolah informasi tersebut dengan lebih cepat.
Karena itu, informasi penting seperti jam operasional, harga, keberangkatan transportasi, maupun detail reservasi tetap sebaiknya diverifikasi sebelum pengguna mengambil keputusan.
Google Bidik Pengguna Indonesia untuk Eksplorasi Lokal
Peluncuran Ask Maps di Indonesia juga bertepatan dengan momentum perayaan kemerdekaan, ketika Google mendorong masyarakat menggunakan Maps untuk mengeksplorasi destinasi dan aktivitas di sekitar mereka.
Fitur percakapan tersebut dapat digunakan untuk mencari kuliner, kawasan wisata, tempat bersejarah, lokasi fotografi, maupun menyusun perjalanan berdasarkan preferensi yang lebih spesifik. Secara resmi, Google mencontohkan penggunaan Ask Maps di Indonesia untuk mencari kafe tenang hingga merancang perjalanan motor dengan pemandangan menarik.
Perluasan Ask Maps sekaligus memperlihatkan strategi Google mengintegrasikan Gemini semakin dalam ke layanan yang digunakan sehari-hari. Sebelumnya, Personal Intelligence juga telah tersedia di aplikasi Gemini di Indonesia dengan kemampuan menghubungkan informasi dari Gmail dan Google Photos untuk memberikan jawaban yang lebih personal.
Dengan Ask Maps, fungsi tersebut kini dibawa langsung ke konteks perjalanan dan mobilitas. Pengguna tidak lagi harus mencari tempat menggunakan kombinasi kata kunci kaku, melainkan dapat menjelaskan apa yang mereka inginkan menggunakan bahasa percakapan.
Bagi pengguna Indonesia, tantangan berikutnya adalah seberapa akurat Ask Maps memahami konteks lokal, termasuk bahasa, kebiasaan perjalanan, transportasi publik, dan rekomendasi tempat. Dukungan Bahasa Indonesia sudah tersedia, sementara berbagai bahasa lokal dijanjikan menyusul secara bertahap.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai google, dan google maps dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.