Redmi Watch 6 Active Meluncur, Baterai Tahan 18 Hari dan Layar AMOLED
Redmi Watch 6 Active Meluncur, Baterai Tahan 18 Hari dan Layar AMOLED

Periskop.id - Xiaomi memperluas jajaran jam tangan pintarnya dengan meluncurkan Redmi Watch 6 Active. Membidik segmen terjangkau, smartwatch ini menawarkan layar AMOLED 1,85 inci, lebih dari 140 mode olahraga, pemantauan kesehatan sepanjang hari, serta baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 18 hari dalam sekali pengisian.
Redmi Watch 6 Active dibekali baterai berkapasitas 470 mAh. Xiaomi mengestimasi daya tahannya mencapai 18 hari dalam mode penggunaan ringan atau hemat baterai, sedangkan penggunaan normal dapat mencapai sekitar 12 hari.
Ketika fitur Always-on Display (AOD) dan pemantauan kesehatan digunakan secara intensif, daya tahannya turun menjadi sekitar enam hari.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu nilai jual utama perangkat. Pengguna yang tidak mengaktifkan seluruh fungsi sepanjang waktu berpotensi tidak perlu melakukan pengisian daya selama lebih dari dua pekan.
Bawa Layar AMOLED 1.200 Nits
Selain baterai, peningkatan penting Redmi Watch 6 Active terlihat pada bagian layar. Xiaomi menggunakan panel AMOLED persegi berukuran 1,85 inci dengan resolusi 390 x 450 piksel.
Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.200 nits sehingga layar dirancang tetap terbaca ketika digunakan di luar ruangan. Perangkat juga sudah mendukung AOD yang memungkinkan informasi seperti waktu tetap tampil tanpa pengguna harus menyentuh layar atau mengangkat pergelangan tangan.
Jam tangan tersebut menggunakan kaca lengkung 2.5D dan bodi dengan ketebalan 9,9 mm. Bobotnya sekitar 26 gram tanpa tali, membuatnya lebih ringan dibandingkan Redmi Watch 6 versi reguler yang memiliki bobot sekitar 31 gram.
Mekanisme quick-release juga tersedia untuk mempermudah penggantian tali. Xiaomi menawarkan beberapa pilihan warna, termasuk hitam atau abu-abu gelap, silver, serta kombinasi pink-orange.
Lebih dari 140 Mode Olahraga
Untuk aktivitas kebugaran, Redmi Watch 6 Active mampu merekam lebih dari 140 jenis olahraga. Beberapa aktivitas umum juga dapat dikenali secara otomatis.
Fitur kesehatannya mencakup pemantauan detak jantung, saturasi oksigen darah atau SpO2, kualitas tidur, serta tingkat stres. Jam tangan dapat memberikan peringatan apabila mendeteksi denyut jantung tidak normal maupun kadar oksigen darah yang terlalu rendah.
Meski demikian, fitur kesehatan pada smartwatch pada umumnya bukan pengganti diagnosis maupun perangkat medis profesional. Xiaomi juga memberikan catatan serupa pada lini Redmi Watch, bahwa fungsi pemantauan kesehatan perangkat tidak ditujukan untuk mendiagnosis, mencegah, atau menyembuhkan penyakit.
Redmi Watch 6 Active juga mendukung panggilan melalui Bluetooth berkat mikrofon internal. Pengguna dapat menerima panggilan dari pergelangan tangan serta menggunakan fitur balasan teks cepat untuk sejumlah kebutuhan komunikasi.
Perangkat kompatibel dengan Android dan iOS. Data aktivitas dapat disinkronkan melalui aplikasi Mi Fitness, termasuk ke Apple Health. Pengguna iPhone juga dapat memanfaatkan smartwatch sebagai remote shutter kamera.
Harga Mulai Rp700 Ribuan di Pasar Global
Redmi Watch 6 Active atau yang juga dipasarkan sebagai Vitality Edition meluncur di China dengan harga 349 yuan atau sekitar US$52. Di Filipina, perangkat tersebut dijual seharga 2.599 peso. Produk juga mulai tersedia di beberapa pasar global lainnya.
Hingga Jumat (21/8), Redmi Watch 6 Active belum tercantum dalam katalog perangkat wearable resmi Xiaomi Indonesia. Katalog lokal saat ini mencantumkan Redmi Watch 6 mulai Rp1.499.000, Redmi Watch 5 mulai Rp1.399.000, serta Redmi Watch 5 Active mulai Rp449.000.
Dengan demikian, belum ada harga maupun jadwal penjualan resmi Redmi Watch 6 Active untuk Indonesia yang diumumkan melalui katalog resmi Xiaomi Indonesia.
Jika nantinya masuk ke Indonesia, Watch 6 Active kemungkinan akan ditempatkan di bawah Redmi Watch 6 reguler. Perbedaan keduanya cukup jelas dari spesifikasi.
Redmi Watch 6 versi reguler memiliki layar AMOLED lebih besar, yakni 2,07 inci dengan resolusi 432 x 514 piksel serta tingkat kecerahan puncak 2.000 nits. Perangkat itu juga membawa GNSS bawaan, lebih dari 150 mode olahraga dan baterai 550 mAh yang diklaim bertahan hingga 24 hari untuk penggunaan ringan.
Sementara Redmi Watch 6 Active menggunakan pendekatan lebih sederhana dengan layar lebih kecil, baterai 470 mAh dan lebih dari 140 mode olahraga, tetapi tetap mempertahankan fitur utama seperti AMOLED, panggilan Bluetooth dan pemantauan kesehatan.
Xiaomi Perkuat Bisnis Wearable
Peluncuran model baru tersebut berlangsung saat Xiaomi memiliki posisi kuat di pasar perangkat wearable. Omdia mencatat, pengiriman perangkat wearable global pada 2025 menembus 200 juta unit atau tumbuh 6% secara tahunan.
Xiaomi menguasai 18% pasar dan menjadi vendor wearable terbesar berdasarkan volume pengiriman tahunan, disusul Apple dengan 17% dan Huawei 16%. Xiaomi juga telah membawa Redmi Watch 6 reguler ke Indonesia pada Mei 2026.
Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng ketika peluncuran model tersebut mengatakan, baterai dan kemudahan penggunaan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menggarap konsumen yang aktif.
"Kami menghadirkan REDMI Watch 6, smartwatch yang mudah digunakan, insightful, dan dibekali baterai tahan lama untuk menemani pengguna tetap #AlwaysReady dalam berbagai aktivitas. REDMI Watch 6 juga hadir dengan desain stylish yang cocok digunakan di berbagai occasion,” kata Andi Renreng.
Bisa dibilang, kehadiran Redmi Watch 6 Active memperluas strategi tersebut ke segmen harga yang lebih terjangkau. Perangkat ini mempertahankan sejumlah fitur yang kini banyak dicari pengguna smartwatch, seperti AMOLED, pemantauan kesehatan, panggilan Bluetooth dan baterai berdaya tahan panjang, tetapi dengan spesifikasi di bawah Redmi Watch 6 reguler.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai smartwatch, kesehatan, dan olahraga dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.