Pasar Ponsel Lesu, iPhone Justru Tumbuh di India, Eropa, dan Amerika Latin
Penjualan iPhone tetap tumbuh di India, Eropa, dan Amerika Latin saat pasar smartphone melemah. iPhone 17 dan strategi harga menjadi penopang Apple

Periskop.id - Apple justru memperbesar pijakannya di sejumlah pasar utama ketika industri ponsel pintar global sedang menghadapi tekanan. Penjualan iPhone tumbuh di India, sementara pangsa Apple menguat di Eropa dan Amerika Latin di tengah kenaikan harga komponen, melemahnya daya beli, dan penurunan permintaan smartphone.
Laporan terbaru Counterpoint Research yang dirangkum MacRumors menunjukkan, kondisi tersebut paling jelas terlihat di India. Sepanjang pekan ke-14 hingga pekan ke-31 2026, atau sekitar akhir Maret hingga awal Agustus, penjualan smartphone di negara itu turun sekitar 14% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, penjualan Apple justru naik 15%, menjadi pertumbuhan tertinggi di antara merek utama selama periode tersebut.
Samsung dan Oppo masing-masing hanya mencatat pertumbuhan sekitar 4%.
Counterpoint menilai performa Apple di India terutama ditopang permintaan yang masih kuat terhadap seri iPhone 17 serta berbagai skema yang membuat perangkat premium tersebut lebih mudah dijangkau konsumen.
Data Counterpoint pada Maret 2026 bahkan menempatkan iPhone 17 sebagai smartphone terlaris di India pada bulan tersebut dengan pangsa penjualan sekitar 4%, mengungguli sejumlah perangkat Android kelas menengah.
Harga Ponsel Naik, Konsumen Mulai Menahan Belanja
Pelemahan pasar India tidak terlepas dari kenaikan biaya komponen, khususnya memori, yang kemudian diteruskan produsen ke harga perangkat. Pada sembilan pekan pertama 2026, Counterpoint mencatat penjualan smartphone India sudah turun 9% secara tahunan. Lebih dari delapan merek saat itu telah menaikkan harga sejumlah produknya dengan kenaikan rata-rata sekitar 1.500 rupee.
Tekanan berlanjut pada kuartal II. Pengiriman smartphone India turun 10%, menjadi penurunan kuartal Juni terbesar dalam enam tahun. Counterpoint memperkirakan kondisi sulit berlanjut karena harga perangkat semakin mahal dan siklus penggantian smartphone menjadi lebih panjang.
Promosi besar memang sempat mendongkrak transaksi, tetapi efeknya dinilai tidak selalu menciptakan permintaan baru. Counterpoint melihat program diskon cenderung membuat konsumen memajukan atau menunda pembelian ke periode promosi.
Situasi tersebut membuat pembiayaan semakin penting. Counterpoint memperkirakan sekitar 42% penjualan smartphone di India pada 2026 akan menggunakan skema pembiayaan, meningkat dari 35% pada 2025. Untuk keseluruhan 2026, pasar smartphone India kini diperkirakan dapat mengalami kontraksi sekitar 13%.
Apple dan Samsung Bertahan di Amerika Latin
Tren serupa terjadi di Amerika Latin. Pengiriman smartphone di kawasan tersebut turun sekitar 10% secara tahunan pada kuartal II 2026, menjadi kontraksi terbesar sejak kuartal III 2023.
Di tengah penurunan tersebut, Apple dan Samsung menjadi dua merek yang masih tumbuh. Pengiriman Apple naik sekitar 5%, sedangkan Samsung tumbuh 6%. Motorola, Honor, dan Xiaomi justru mengalami penurunan.
Salah satu faktor yang membantu Apple adalah strategi perusahaan menahan kenaikan harga meskipun biaya komponen meningkat. Strategi itu semakin penting di segmen premium. Counterpoint memperkirakan Apple kini menguasai sekitar 51% pasar smartphone dengan harga di atas US$600 di Amerika Latin.
Kondisi tahun ini berbalik dari 2025 ketika pengiriman smartphone Amerika Latin masih mampu tumbuh sekitar 1,8%. Saat itu, Samsung tetap menjadi pemimpin regional dengan hampir satu dari tiga smartphone yang dikirim di kawasan tersebut.
Pangsa Apple di Eropa Tembus 34%
Performa Apple bahkan terlihat lebih kuat di Eropa.
Pengiriman smartphone kawasan tersebut jatuh 10% menjadi sekitar 35 juta unit pada kuartal II 2026, menjadikannya kuartal II terlemah di Eropa dalam tiga tahun terakhir.
Namun, Apple justru memperbesar pangsa pasarnya hingga 34%, naik sekitar sembilan poin persentase dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Posisi tersebut membuat Apple kini sejajar dengan Samsung yang juga menguasai 34% pasar Eropa.
Xiaomi berada di posisi berikutnya dengan pangsa 15%, sedangkan Oppo sekitar 4% dan Honor sekitar 3%.
Associate Director Counterpoint Research Jan Stryjak menilai, pasar Eropa masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi, kenaikan biaya komponen, serta minimnya promosi dari produsen yang berusaha menjaga margin.
Namun, Apple diperkirakan tetap menjadi pengecualian. “Namun, Apple tetap menjadi titik terang, dan kami memperkirakan perusahaan ini akan terus mengungguli pasar secara signifikan di masa mendatang,” kata Stryjak.
Counterpoint memperkirakan keterbatasan inventori dan tingginya harga perangkat masih dapat menekan pasar Eropa dalam beberapa kuartal mendatang.
Secara Global, Bisnis iPhone Tetap Kuat
Ketahanan Apple tidak hanya terlihat dari pangsa pasar regional.
Counterpoint mencatat pendapatan industri smartphone global pada kuartal II 2026 justru naik 7% menjadi US$109 miliar, meskipun volume pengiriman turun. Kenaikan tersebut didorong harga jual rata-rata yang melonjak 17% karena semakin besarnya porsi perangkat premium dan kenaikan harga pada sejumlah merek.
Apple menjadi salah satu penerima manfaat terbesar. Pendapatan smartphone Apple menurut Counterpoint meningkat 22% secara tahunan, sedangkan pengirimannya naik 13%. Pangsa Apple terhadap pendapatan smartphone global bahkan mencapai 49% pada kuartal tersebut.
Data keuangan Apple juga menunjukkan tren serupa. Pada kuartal fiskal yang berakhir 27 Juni 2026, perusahaan membukukan pendapatan US$109,4 miliar, naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Apple menyatakan, pendapatan iPhone mencetak rekor baru untuk kuartal Juni.
"Hari ini, Apple dengan bangga melaporkan kuartal Juni terkuat kami, dengan pertumbuhan pendapatan dua digit di iPhone, Mac, dan Layanan, serta di setiap segmen geografis," kata CEO Apple Tim Cook.
China Jadi Pengecualian
Namun, tidak semua pasar memberikan hasil positif bagi Apple.
China masih menjadi salah satu tantangan terbesar. Counterpoint mencatat pasar smartphone China turun 8,6% dalam 30 minggu pertama 2026. Penurunan kembali mencapai dua digit setelah berakhirnya festival belanja 618.
Penjualan iPhone juga melambat sejak Juli ketika sejumlah kanal ritel mulai mengurangi diskon. Sebagian permintaan musim panas dinilai telah terserap lebih awal selama periode promosi 618.
Huawei menjadi pemain terkuat di pasar China dan tercatat menguasai lebih dari seperlima penjualan mingguan sejak April.
Counterpoint memperkirakan perlambatan iPhone di China kemungkinan berlangsung hingga Apple memperkenalkan generasi perangkat berikutnya.
Apple diperkirakan memperkenalkan keluarga iPhone terbaru pada September, termasuk iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta perangkat lipat yang sejauh ini disebut sebagai iPhone Ultra.
Secara keseluruhan, performa Apple menunjukkan perubahan penting dalam industri smartphone 2026. Tekanan biaya memori dan kenaikan harga paling keras menghantam pasar perangkat murah dan menengah, sementara permintaan di segmen premium relatif lebih tahan.
Keunggulan rantai pasok, kemampuan menahan kenaikan harga, fasilitas pembiayaan, dan kuatnya permintaan iPhone 17 membuat Apple mampu tumbuh ketika volume pasar justru menyusut. Tantangannya kini adalah mempertahankan momentum tersebut apabila harga komponen tetap tinggi hingga akhir tahun, sekaligus membalik pelemahan di China ketika generasi iPhone berikutnya diluncurkan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai apple, iPhone, dan daya beli dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.